Koruptor Cetak Sawah Terbongkar

 237 total views,  2 views today

kpk

Ilst KPK. | net

BANYUASIN, KS-Satu persatu kasus korupsi di Banyuasin mulai terkuak. Dalam waktu dekat, Polres Banyuasin akan menetapkan tersangka atas dugaan korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin

Kapolres Banyuasin, AKBP Agus Setiawan mengatakan, pihaknya segera menetapkan tersangka  kasus dugaan korupsi cetak  Dinas Pertanian dan peternakan (Distannak) Banyuasin. “Selangkah lagi, tinggal menunggu keterangan saksi ahli,  kami akan tetapkan tersangka,” ungkap Kapolres. Saat ditemui kemarin, Kamis (13/6).

Sejak Maret lalu, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Banyuasin telah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari 10 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang mengaku anggarannya di sunat. “Para Gapoktan itu mengaku dikumpulkan di Palembang guna menyetorkan dana kepada oknum dinas pertanian,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa  pejabat Distannak Banyuasin termasuk kepala dinasnya. Kemudian  kepala Dinas Pertanian Provonsi, Dirjen Pertanian dan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi. “Kami ingin menyelidiki proses dari mana  dana tersebut, sampai bisa diterima oleh Gapoktan, untuk mengetahui berapa besar kerugian negara,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, meski akan meninggalkan Banyuasin dalam waktu dekat, lantaran  surat mutasi Kapolres telah turun beberapa minggu lalu, namun di akhir jabatannya dirinya akan serius menangani kasus ini. “Tentunya saya tidak ingin meninggalkan Banyuasin dalam keadaan carut marut,”ungkapnya.

Seperti yang pernah diberitakan media sebelumnya, anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) di Distanak Banyuasin diduga disunat dan  tidak sesuai dengan peruntukan.

Anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) dalam program penyediaan dan pengembangan prasarana sarana pertanian ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) program Bansos tahun anggaran 2012 sebesar Rp 18 Miliar yang digunakan untuk cetak sawah di sembilan desa dalam Kecamatan Pulau Rimau dengan luas 1800 hektare.

TEKS      : DIDING KARNADI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster