Kibas Studio ,Sempat Besarkan Armada Band

 2,942 total views,  2 views today

kibas-studio

Chandra, Manager Kibas Studio | Dok KS

Palembang,KS-Dunia hiburan terus melaju pesat. Beragam warna musik terus bermunculan seakan tanpa bendung. Kualitas musik dan warnanya nyaris berlomba memasuki sebuah genre. Belum lagi kemudahan teknologi semakin memudahkan belajar musik cukup lewat internet. Dan seiring berkembangnya dunia hiburan khususnya di jalur musik ini, geliat bisnis persewaan studio musik pun akhirnya menjadi alternatif prospek usaha yang sangat menjanjikan. Tapi tentu saja, tidak semua orang bisa membuat studio semudah membalik telapak tangan. Namun nyatanya, ini tidak bagi Kibas Studio, yang beralamat di jalan Ampibi No 04 Rt.34 Rw 10 Sekip Ujung, Palembang.

Manager Kibas Studio Chandra (24th) kepada Kabar Sumatera, mengaku memang diperlukan banyak pertimbangan dan persiapan dalam membuka usaha studio musik.

“Biasanya untuk membuka bisnis studio musik, perlu diperhatikan persiapan lokasi, persiapan peralatan musik, pengelolaan, hingga persiapan penguasaan alat musik,” katanya.

Dalam bisnis studio musik, masih kata Chandra, juga harus dimbangi dengan kursus musik. Tidak hanya dalam bentuk rental studio saja.

“Di sini juga ada kursus musik, semua jenis musik. Bahkan kami ada Bass senar 7,” tambahnya.

Sejarahnya, studio musik yang dikelola oleh Chandra ini adalah warisan dari orangtuanya Sultan Himsar Saladis alias Yoyong, dari tahun 1996. Kala itu, ruh musik memang begitu kental di keluarga Yoyong. Sampai-sampai Chandra kecil pun sudah ditulari bakat musik. Sekarang, Chandra telah menguasai semua jenis musik, nyaris berbeda dengan ayahnya yang justru lemah di musik tiup, akunya Yoyong pada kesempatan lain kepada Kabar Sumatera. Instink musik Chandra terus menguat ulah ‘cekokan’ doktrin musik sang ayah, akibatnya malah mengantarkannya menjadi pengusaha studio musik. Bahkan di beberapa waktu lainnya dimanfaatkan untuk mengajar musik di Swara Indah, Simponi PTC dan tentu saja Kibas Studio.

Sebelum menggunakan nama Kibas Studio, dalam keterangan Chandra, ia bernama Hevins.

“Hevins studio adalah cikal bakalnya Kibas studio ini. Kalau Hevins itu dekade bapak (Yoyong-red). Sementara Kibas adalah masa kami. Kami ini mudahnya dapat warisan dari bapak. Makanya kami harus kelola sebaik mungkin dan seprofesional mungkin,” terangnya.

Bagi Chandra, bapak berputri satu ini, minat bermusik masyarakat palembang cukup tinggi. Ini terbukti bahwa dalam tiap minggunya beberapa group band selalu melakukan rekaman.

“Sampai saat ini, minat anak-anak band Palembang untuk bermusik cukup ramai. Dalam satu minggu rata-rata minimal 4 band mereka rekaman di sini,” katanya.

Sementara beberapa group band terkenal yang pernah lahir dari kibas studio dan sekarang albumnya melejit sampai nasional pun ada.

“Pemain bassnya Kangen Band (Novri Azwar) dan Armada band pernah besar di sini (Kibas studio-red),” tukas Chandra.

Perlu diketahui, bahwa Kibas studio dalam bisnisnya membuka garapan studio musik, track live dan kursus musik untuk semua jenis alat musik. Biaya nge-track (per-sieve) selama 5 jam dihargakan Rp.350.000, dan untuk live (1 jam) Cuma Rp. 150.000. Kibas studio buka setiap hari dari hari senin s/d Minggu.

Teks : Mustaqiem Eska

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster