Hockey Sumsel Terbentur Pembinaan

 230 total views,  2 views today

hockey

Ilst.

PALEMBANG | KS-Usai Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-16 di Palembang, 2004 atau sembilan tahun silam, atlet cabang olahraga (Cabor) Hockey Sumatera Selatan (Sumsel) seperti fakum tanpa adanya perkembangan.

Bahkan, atas semua itu Hockey Sumsel tidak lagi mampu lolos ke PON selanjutnya, seperti di PON Riau yang lalu. Hal ini karena tidak adanya pembinaan lebih lanjut dari pengurus Hockey itu sendiri untuk menjaring atlet muda asal Sumsel.

Ketua Prodi olahraga Universitas Binadarma, Dr Arianto MPd, saat dibincangi disela-sela pertandingan Hockey di Universitas Bina Darma yang menggelar turnamen Kaprodi Cup 1 2013 yang berlangsung di Kampus B mengatakan, pengembangan olahraga Hockey ini sendiri sangat jarang sekali dilakukan. Seiring dengan kurangnya pembinaan pada atlet muda yang ada di Sumsel.

“Atas dasar itu, kedepan kita akan mengembangkan hockey dengan para calon guru olahraga di Univ Bina Darma. Nantinya akan ditularkan pada anak-anak SMA maupun SMP setelah lulus. Dengan seperti itu nantinya diharapkan akan tercipta lagi atlet hockey asal Sumsel yang dapat mengharumkan nama daerah di ajang nasional maupun internasional,” katanya.

Ia juga mengakui, kalau Cabor hockey di Sumsel ini tidak ada lagi disamping kurang pembinaan juga tidak adanya pelatih hockey. Bukan itu saja di Sumsel ini juga tidak ada lapangan khusus untuk hockey itu sendiri, padahal dengan adanya lapangan khusus hockey itu nantinya bisa menimbulkan minat-minat dari anak muda yang ada di Sumsel khususnya Palembang.

“Kita ketahui lapangan yang biasa digunakan untuk bermain hockey saat ini seperti lapangan Basket. Bagaimana mau berkembang dan menciptakan atlet hockey kalau kita sendiri tidak memiliki lapangan khusus. Kami berharap pemerintah dapat membangun lapangan khusus bermain hockey agar nantinya akan berkembang,” harapnya.

Namun untuk peminat dan antusias olahraga hockey di Sumsel, Arianto menuturkan sebenarnya sangatlah banyak, karena masih banyak kekurangannya jadi olahraga hockey di Sumsel ini tidak terlihat. “Andai saja pembinaannya sudah benar. Tidak mustahil kita bakal menelurkan atlet-atlet berkualitas,” ujarnya.

Sementara, Sekertaris Umum (Sekum) Hockey Sumsel, Mahendra Adi Saputra mengakui bahwa perkembangan Hokey untuk Sumsel saat ini sangat memprihatikkan. Dan tidak memiliki fasilitas untuk mengembangkannya.

“Dengan tidak adanya fasilitas dan memang pembinaan sejak dini itu masih bersifat mandiri jadi hal tersebut membuat setiap club dan anak-anak muda kini tidak menggeluti olahraga hockey ini. Disamping itu juga olahraga ini juga belum familiar,terang Mahendra.
TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster