Menelantarkan Anak Bangsa di Negeri Jiran

 302 total views,  2 views today

saronoOLEH SARONO P SASMITO

Kita meskipun berada  di Palembang atau kabupaten kota lain di Sumatera Selatan ini, tak pelak menjadi sedih dan miris atas insiden kerusuhan akibat tenaga kerja Indonesia (TKI) tidak dilayani semestinya oleh pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (10/6) lalu.

Kejadian itu tidak bisa tidak  harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan terhadap TKI dan buruh migran di luar negeri.

Kita sangat mengharapkan pemerintah jangan mencari kambing hitam dari kasus ini. Sebaiknya, pemerintah dan instansi terkait melakukan evaluasi dalam pelayanan dokumen TKI dan buruh migran di luar negeri. Evaluasi ini diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan.

Kita layak sedih karena bukan tak mungkin ada di antara saudara-saudara kita dari Sumatera Selatan ini yang bekerja di Arab Saudi.  Kita mengharapkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi. Sebab para TKI di Jeddah tidak mungkin melakukan kerusuhan apabila mereka mendapatkan pelayanan yang baik. Jangan para TKI itu diposisikan sebagai warga negara kelas dua. Kita juga mengingatkan, Kemenakertrans dan BNP2TKI harus menganggap kejadian itu sebagai persoalan yang sangat serius. Mereka harus memastikan para TKI mendapatkan pelayanan optimal dalam mengurus segala sesuatunya yang mereka butuhkan.

Di sisi lain kita juga mendapatkan informasi dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Juhmur Hidayat menjelaskan, insiden di kantor KJRI di Jeddah, Arab Saudi, itu diduga digerakkan sekelompok orang yang ingin menggagalkan program pemutihan dokumen imigrasi bagi para TKI ilegal.Menurutnya, kelompok yang menyerupai mafia itu menjadi kelompok yang paling dirugikan apabila para TKI ilegal yang kini berada di Arab Saudi menjadi TKI legal. Alasannya, dengan pemutihan tidak ada lagi pemasukan dari para TKI ilegal yang mereka tampung.

Menurut dia, mafia-mafia yang menampung TKI ilegal ini tersebar di berbagai kota besar di Arab Saudi, seperti Jeddah, Makkah dan Madinah. Mafia ini dikoordinasi warga Indonesia yang sudah lama bermukim di kota-kota tersebut. Sedangkan TKI ilegal yang ditampung mafia itu adalah orang-orang Indonesia yang izin tinggalnya di Arab Saudi sudah habis, namun enggan pulang ke Indonesia. Atau bisa juga bekas jemaah umrah yang kemudian enggan pulang karena ingin bekerja di Arab Saudi. Dengan menampung TKI-TKI ilegal ini, mafia tersebut mendapat uang yang cukup besar.

Kita mengharapkan agar semua hal itu dapat diatasi dengan baik oleh pemerintah. Sebab kita sangat miris ketika anak bangsa itu terlunta-lunta dan dihinakan di negeri orang. Ini menyangkut harga diri bangsa yang tak boleh dianggap ringan sedikitpun.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster