Bus Terguling, Bayi 3 Bulan Selamat

 326 total views,  2 views today

Bus-yang-terguling-saat-hendak-di-evakuasi

Bus yang terguling saat hendak di evakuasi | Dok KS

INDERRALAYA.KS- Yuli (27), tidak henti-hentinya mengucap syukur dan terus memandang buah hatinya Fadil yang masih berumur 3 bulan, saat sedang tertidur di dalam pelukannya. Sesekali Fadil merintih kesakitan akibat benturan kepala yang dialaminya.

Ibu muda warga Kertapati Palembang, bersama bayinya lolos dari maut akibat bus yang ditumpanginya menuju Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), terguling usai mengalami kecelakaan di ruas Jalan Palembang-Indralaya, tak jauh dari tikungan di sekitar rumah makan Tahu Sumedang, Selasa (11/6) sekitar pukul 06.30 WIB.

Selain Yuli dan Fadil, ada puluhan penumpang yang mengalami luka-luka. Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Informasi yang terhimpun, saat itu bus angkutan umum BG 7702 RG, jurusan Palembang-OKU Timur,  yang dikemudikan Susanto melintas di Jalintim Km 27 dengan kecepatan sedang.

Saat dilokasi yang merupakan tikungan, sopir bus terkejut lantaran dari arah berlawanan tiba-tiba muncul bus besar dengan kecepatan tinggi menyalip dan memakan badan jalan arah berlawanan.

Untuk menghindari tabrakan, sopir tersebut langsung membanting setir ke kanan dan seketika bus tersebut terbalik dan meenyusur ke tanah sejauh 10 meter dari lokasi awal tergulling.

Seluruh penumpang termsuk orang tua bahkan bayi terjungkal didalam bus dan terbentur bangku maupun besi yang ada di dalam bus. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan kepada para korban.

Bahkan, seorang bayi bernama Fadil, harus dilarikan ke bidan untuk mendapatkan perawatan meski hanya sebatas luka dikening. Patugas yang datang langsung mengevakuasi korban dan bankai bus tersebut.

Tak ayal, arus lalulintas menjadi macet sepanjang 3km karena bus angkutan umum tersebut melintang dan menutupi badan jalan.

Susanto, sopir angkutan umum naas  sopir bus yang ditemui di tempat kejadian mengatakan, dirinya terpaksa membanting setir ke kiri hingga bus yang dibawanya terguling.

“Saya terpaksa Mas banting setir ke kiri. Dari pada tabrakan dan banyak korban,” ungkapnya.

Menurutnya, ia mengangkut puluhan penumpang dari Palembang menuju Indralaya.

Yuli, sambil menggendong bayinya saat ditemui mengaku trauma akibat kejadian tersebut. “Alhamdulillah Mas, saya dan bayi saya selamat. Bayi saya Cuma luka di kening dan sudah saya bawa ke bidan,” tuturnya.
Ismail warga Plaju, Palembang yang merupakan penumpang bus naas tersebut menuturkan, bus yang ditumpanginya oleng karena menghindari bus PO Handoyo.

“Sopir banting setir dan langsung terguling. Saya saat itu ada di tengah dan kepala saya bocor,” ungkapnya sambil menunjukan kepalanya yang penuh darah.

Kosiah (70), warga Mendayung OKU Timur mengatakan, akibat kejadian itu, hampir seluruh tubuhnya sakit. “Ini tangan saya aja banyak luka. Pinggang saya kayaknya patah Mas,” tuturnya sambil terus merintih.

Kasat Lantas Polres OI AKP Haris Barata didampingi Kanit Laka Iptu Zaldi membenarkan kejadian tersebut.

“Bus dari Palembang menuju OKU Timur terbalik karena menghindari tabrakan. Tidak ada korban jiwa, namun para penumpang terserbut menderita luka-luka,” singkatnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster