Alex – Ishak Menang di Muaraenim

9 total views, 6 views today

alex-ishak

MUARA ENIM I KS-Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka, rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kabupaten Muaraenim, pasangan nomor urut 4 Alex Noerdin – Ishak Mekki unggul 42,20 persen atau 149.684 suara dari pasangan lain.

Lalu, disusul pasangan nomor urut 3 Herman Deru – Maphilinda dengan perolehan suara sebesar 29,86 persen atau 105.868 suara.

Pasangan nomor urut 1 Edi Santana – Wiwid Tatung berada di urutan ketiga dengan perolehan suara sebesar 18,44 persen atau 65.386 suara . Dan terakhir pasangan nomor urut 2 Iskandar – Hafidz dengan suara sebesar 7,50 persen atau 26.607 suara.

“Hasil rekapitulasi penghitungan suara yang kita lakukan hari ini (kemarin -red), pasangan nomor urut 4 Alex – Ishak Mekki unggul dari pasangan lain dengan persentase 42,20 persen. Pasangan ini unggul di 19 kecamatan, sedangkan pasangan Herman Deru – Maphilinda unggul di 6  kecamatan,” tutur Ketua KPUD Kabupaten Muara Enim Isa Ansori SE melalui Anggota KPUD Muaraenim M. Farijal Akmal S Pdi, kemarin (11/6).

Hasil rapat pleno yang telah dilakukan, terang Farijal, akan segera disampaikan kepada KPU Provinsi Sumatera Selatan. Untuk rekapitulasi yang dilakukan tingkat provinsi sendiri, kata dia, direncanakan akan dilakukan selama tiga hari terhitung pada 13,14 dan 15 Juni mendatang di KPU Provinsi Sumatera Selatan.

“Besok (hari ini, red) hasil rapat pleno, rekafitulasi hasil penghitungan suara  yang kita lakukan akan langsung diserahkan ke KPU Provinsi Sumatera Selatan. Rapat pleno yang kita lakukan, tidak ada sangkahan dari masing-masing saksi pasangan calon gubernur. Dan mereka telah menandatangani DB2 atau formulir keberatan saksi dengan isi nihil,” ucap Farijal.

Farijal menambahkan, pada pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan kali ini, angka golput cukup tinggi mencapai 33,11 persen. Angka golput ini, lebih tinggi dibandingkan pada pemilihan bupati dan wakil bupati Muara Enim lalu, dimana angka golput hanya sekitar 25 persen.

“Tingginya angka golput, pada pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan kali ini, dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya, adanya kekecewaan dari masyarakat kepada masing-masing calon. Bisa juga, adanya pemahaman masyarakat bahwa siapa saja yang akan jadi gubernur tidak akan mengubah tingkat kehidupan mereka. Bahkan, bisa juga kurang maksimalnya kerja masing-masing tim sukses pasangan calon,” pungkas Farijal.

Teks : Siswanto

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com