Tantan Mengaku Terburu-Buru

 772 total views,  2 views today

tantan

Tantan

KUNINGAN | KS-Penyerang oncak Sriwijaya FC (SFC), Tantan Dzalikha mengakui jika kelemahan dirinya dalam melakukan penyelesaian akhir (finishing) di depan gawang lawan.

Meski pada laga terakhir kala menghadapi Persita di Stadion Mashud Wisnu Saputra, Kuningan, Jawa Barar (Jabar), Senin (10/6) kemarin, dia mampu menyumbang satu gol, namun tidak bisa dipungkiri jika terhadap dirinya masih kerap gugup.
“Saya akui saya terkadang masih kurang tenang dan terburu-buru saat hendak menyelesaikan sebuah peluang untuk menjadi gol,” ujar Tantan, saat ditemui di Hotel Ayong Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, kemarin.

Menurut mantan punggawa Persitara Batavia Union ini karena masih kurang tenang itulah, beberapa kali peluang yang ia buat tidak berbuah gol, meskipun hal tersebut juga dipengaruhi kehebatan penjaga gawang lawan.
Meski sejauh ini Tantan yang sering dimainkan pelatih SFC, Kas Hartadi sudah mencetak tujuh gol pada Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, namun terakhir kali Tantan membuat gol pada pekan ke-16 saat bertandang ke Persidafon Dafonsoro. Untuk memaksimalkan sebuah peluang, ia akan memperbaiki clean sheet serta ketenangan saat bermain.
“Itulah saya juga sering dinasihati Boakay Eddie Foday supaya lebih tenang dan jangan terburu-buru menyia-nyiakan peluang,”ucap Tantan.
Tantan yang dijuluki si Bison mengakui, dalam setiap pertandingan memiliki ketegangan dan tingkat emosi tinggi. Terutama berhadapan dengan tim-tim besar serta di hadapan penonton.

“Tidak jarang, saya menjadi gugup, tapi justru terpacu terus untuk menampilkan permainan terbaik. Saya terus mencoba agar bermain lebih tenang,”jelasnya.
Akan tetapi, pemilik 20 caps bersama Sriwijaya musim ini lebih memilih kepentingan tim ketimbang raihan individu.

“Terpenting adalah tim bisa menang, saya hanya berusaha membantu tim ini tetap berjaya di Indonesia. Saya ingin menambah gol, tapi yang saya lebih inginkan tim bisa meraih tiga angka dalam setiap laga,”ucapnya.

Tantan yang masa kecilnya sebagai penggembala sapi ingin selalu tampil maksimal dalam setiap laga, meskipun tidak selalu bisa mencetak gol.

“Saya nyaman ditempatkan di posisi kanan, bisa memberikan asssit pada pemain lain. Posisi juga bisa rolling ke winger kiri atau second striker. Saya akan tampil maksimal, karena sudah banyak sekali diberi kepercayaan bermain, maka saya tidak ingin mengecewakan pelatih,” ungkap pemain yang melakukan sujud syukur apabila mencetak gol.
Menganggapi hal ini pelatih SFC, Kas Hartadi, mengakui pemain depannya termasuk Tantan sudah jarang menciptakan gol. Namun, kondisi seperti ini hanya menunggu waktu supaya Tantan membuat gol kembali.

“Tidak semua peluang itu membuahkan gol, perlu waktu dan ketenangan. Semua pemain top dunia pun seperti itu, kadang sudah membuat gol untuk waktu yang lama, tapi nanti momen itu akan datang kembali padanya,” jelas Kas.

TEKS/FOTO: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster