Kuota Bidik Misi Unsri di Kurangi

 158 total views,  2 views today

HL-FOTO

Bidk Misi

PALEMBANG | KS-Tahun ini penerima bidik misi di Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengalami pengurangan pasalnya, pengurangan tersebut dialihkan ke kawasan Indonesia Timur sebanyak 50 kursi dari kuota yang diterima sebanyak 600 kursi.

Pembantu Rektor I Unsri, Anis Saggaf mengatakan, bahwa ada 50 kursi dari kuota beasiswa Bidik Misi Universitas Sriwijaya 2013 yang dialihkan ke perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur, karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai daerah tersebut membutuhkan tambahan.

” TadinyaUnsri mendapatkan kuota  600 kursi, tetapi pada 2013 mengalami pengurangan 50 kursi, sehingga hanya 550 orang. Pengurangan ini juga terjadi di sejumlah perguruan tinggi lain,” katanya, Senin (10/6).

Menurutnya, Kemendikbud menilai sejumlah perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur dipandang membutuhkan tambahan kuota beasiswa khusus bagi mahasiswa miskin. “Sehingga jatah kita dikurangi”katanya.

Pemberian beasiswa bidikmisi ini diharapkan memutus rantai kemiskinan suatu keluarga karena para lulusan universitas diharapkan memiliki kehidupan lebih baik dari kedua orangtuanya. “Pada tahun ini Kemendikbud menambah kuota beasiswa Bidik Misi yang sebelumnya disediakan untuk 30 ribu mahasiswa baru menjadi 40 ribu mahasiswa baru tersebar di seluruh perguruan tinggi Indonesia,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk penerimaan mahasiswa baru jalur beasiswa Bidik Misi pihaknya telah membentuk tim verifikasi yang terdiri dari para dosen untuk mendatangi secara langsung kediaman lulusan SMA yang terpilih.
“Fokusnya yakni mengecek kecocokan data yang diberikan saat mendaftar, terutama mengenai kemampuan ekonomi keluarga. Jika hasil verifikasi memenuhi maka akan diterima, demikian pula sebaliknya seperti secara kemampuan tergolong ekonomi menengah,” katanya.

Ia menambahkan, khusus untuk lulusan SMA yang dinyatakan lulus Bidik Misi tapi berada di luar Sumatera, maka Unsri akan bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat.
“Untuk kawasan Sumatera, tetap akan didatangi langsung. Tapi, semisal berada di Lombok, Papua atau daerah-daerah lain yang relatif jauh maka akan diminta bantuan perguruan tinggi setempat untuk verifikasi,” ujarnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster