Pemilukada Sumsel tak Diharapkan ke MK

13 total views, 3 views today

mk

Ilst Mahkamah Konstitusi

PALEMBANG, KS-Dari 172 pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) yang digelar di Indonesia selama 2013, 90 persen nya berujung dengan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk pemilukada Sumsel, Calon Gubernur (Cagub) Sumsel, Alex Noerdin berharap tidak berakhir di MK.  “Saya berharap, pemilukada Sumsel masuk dalam 10 persen pemilukada di Indonesia yang tidak berakhir di MK. Namun jika memang ada gugatan ke MK, sudah ada kuasa hukum yang kami tunjuk yakni Yusril Izha Mahendra,” kata Alex, kemarin.

Alex juga membantah adanya tudingan, kalau ia melakukan kecurangan dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Gubernur Sumsel. Alasannya, jabatan gubernur tersebut berbeda dengan bupati atau wali kota.

Posisi gubernur tegas Alex, tidak mempunyai struktural ke bawah. Jadi menurutnya, sangat tidak mungkin kalau ia harus melakukan kecurangan secara struktural ataupun sistematis.

“Jadi yang dikatakan sistematis itu mulai dari bawah keatas seperti RT, lurah, camat dan seterusnya. Gubernur, tidak mungkin bisa menyentuh sampai ke bawah kecuali yang diatasnya yaitu bupati atau wali kotanya. Jadi bagaimana bisa, kalau saya dikatakan bisa mengkoordinir yang dibawah-bawah tersebut,”urainya.

Diakuianya bentuk sistematis, ada tapi hanya dilakukan di tim-tim sukses. Caranya,  bagaimana mengatur dan menempatkan seseorang dan pembagian tugas sesuai dengan bidangnya.

Saat kampanye sambungnya, ia bersama pasangannya Ishak Mekki dan tim suksesnya hanya mensosialisasikan program tentang apa yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Bagaimana dengan hasil quick count ?, yang di relese empat lembaga survey yang menempatkan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki unggul dibandingkan dengan pasangan lain ?, Alex menyebut, itu adalah perhitungan yang dilakukan cepat dan ilmiah.

“Saya tidak mau spekulatif, saya pakai ilmiah saja.  Quick count itu penghitungan cepat, secara ilmiah oleh lembaga terpercaya, diekspos secara luas. Hasilnya kalau secara statistik, tidak akan banyak berbeda dengan penghitungan manual KPU. Karena ada margin error dan juga ditentukan oleh samplingnya,”sebut Alex.

Dibalik itu semua, kita juga mengucapkan terima kasih karena masyarakat sudah memilih dan masih percaya dengan kepemimpinan kemarin hingga kembali terpilih kembali berdasarkan penghitungan yang ada saat ini.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com