IMPLIKASI ISRA’ MI’RAJ TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANTI-KORUPSI

 151 total views,  2 views today

ismail-sukardiOleh Ismail Sukardi

(Dosen Fakultas Tarbiyah dan PPs IAIN Raden Fatah Palembang)

Dalam mi’raj beliau melihat surga dan neraka beserta penghuninya. Jadi, mengimani Isra’ Mi’raj akan meningkatkan keyakinan akan adanya akhirat, surga, dan neraka karena pengetahuan tentang hal ini tidak hanya diperoleh dari informasi dalam Alquran, tetapi juga melalui kesaksian Rasulullah yang melihat dengan mata kepalanya dalam perjalanan Isra’ Mi’raj.

Taqwa dan Karakter Anti-Korupsi

            Dengan menghayati dan mengimani Isra’ Mi’raj akan muncul cirri-ciri ketaqwaan sebagaimana di atas. Lalu apa kaitannya dengan karakter anti korupsi? Karakter taqwa yang tumbuh melalui pemahaman, penghayatan dan keyakinan terhadap Isra’ Mi’raj kongruen (sama dan sebangun) dengan karakter-karakter anti korupsi berikut ini.

Pertama, karakter jujur dalam hati, lisan, dan tindakan. Jujur adalah buah dari keyakinan akan adanya eksistensi, pengawasan, dan hisab Allah SWT. Dalam konteks korupsi kejujuran menjadikan seseorang tidak terdorong untuk melakukan tindakan korupsi. Barangkali kesempatan dan peluang untuk melakukan korupsi cukup terbuka, tetapi karena yakin Allah itu ada dan selalu mengawasi, yakin pula malaikat selalu merekam semua perbuatannya ia akan menahan diri. Bagi orang jujur suara hati nurani untuk bertindak benar sesuai aturan jauh lebih berharga ketimbang kenikmatan materi yang bersifat sementara tetapi membuat dirinya hina baik dalam pandangan Tuhan maupun manusia. Sikap dan tindakan anti korupsi adalah bentuk kejujuran baik terhadap Tuhan, orang lain, maupun diri-sendiri.

Kedua, produk lain dari keyakinan kepada Allah SWT dan hari akhir adalah munculnya karakter amanah. Dalam Islam manusia disebut sebagai makhluk yang memikul  amanah  (33:  72). Oleh sebab itu kata insan  dalam al-Qur’an  juga  dihubungkan dengan konsep tanggung jawab (75: 36; 75:3; 50:16). Ia diwasiatkan  untuk  berbuat  baik  (29:8; 31:14;  46:15);  amalnya  dicatat  dengan  cermat untuk diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya (53: 39).  Karena itu,   insan-lah   yang   dimusuhi  setan  (17:53;  59:16)  dan ditentukan nasibnya di hari Qiyamat  (75:10,  13,  14;  79:35; 80:17; 89:23).

Salah satu alasan yang menyebabkan tindakan korupsi adalah tidak adanya rasa tanggung jawab pada diri seseorang terhadap amanah atau kepercayaan yang diberikan kepadanya. Atau secara singkat orang yang melakukan korupsi disebut sebagai orang yang ‘tidak amanah’. Ketiadaan tanggung jawab terhadap amanah disebut khianat (betrayal). Perilaku korupsi dengan demikian juga berarti penghianatan terhadap kepercayaan atau amanah yang dipercayakan kepada seseorang. Karena korupsi biasanya menyangkut  kepentingan publik atau rakyat, maka tindakan ini juga dapat disebut sebagai penghianatan terhadap publik atau rakyat banyak.

Ketiga, karakter anti korupsi lainnya adalah mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan adanya tanggung jawab sosial. Dua hal ini adalah kebaikan (amal saleh) yang merupakan konsekuensi  dari keyakinan pada hari akhirat di mana semua kebaikan akan di balas dengan kenikmatan kubur dan surga-Nya. Akan tetapi tidak hanya konsekuensi akhirat yang berdimensi spiritual yang menjadi pertimbangan, tetapi ada pertimbangan rasional yang juga dianggap penting. Orang yang memiliki karakter luhur semacam ini  menyadari bahwa kepentingan umum menyangkut kemaslahatan orang dalam jumlah yang lebih besar. Jika tidak dipenuhi maka dapat diduga bahwa dampak dan kemudharatannya akan jauh lebih besar. Sedangkan kepentingan pribadi, jika belum dapat atau ditunda pemenuhannya, dampak dan kemudharatannya tentu akan jauh lebih kecil.

Sifat mendahulukan kepentingan umum lebih jauh akan berimplikasi pada sikap terhadap korupsi. Seseorang yang memiliki sifat ini akan berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi karena ia tahu bahwa tindakan korupsi bertentangan dengan kepentingan kemaslahatan orang banyak. Akan banyak dampak kemudharatan yang akan menimpa masyarakat akibat tindakan korupsi, seperti kemiskinan, putus sekolah, minimnya kesehatan, pengangguran dan sebagainya. Sebaliknya orang yang selalu mendahulukan kepentingan pribadi cenderung lebih mudah melakukan korupsi karena ia tidak memikirkan kemudharatan yang menimpa orang banyak akibat perbuatannya. Yang penting baginya adalah keinginan dan kebutuhan pribadinya dapat terpenuhi.

Dalam sejarah Islam banyak kasus-kasus yang menunjukkan keteladanan dalam hal karakter mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Di antaranya, misalnya, sikap yang ditunjukkan oleh Ali bin Abu Tholib r.a. dan istrinya Fatimah r.a.. Pada suatu hari di bulan puasa Ali dan istrinya didatangi dalam tiga hari berturut-turut masing-masing seorang miskin, yatim dan tawanan yang memohon agar diberi makan yang mereka siapkan untuk berbuka. Mereka dengan senang hati memberikan makanan yang mereka miliki padahal mereka sendiri membutuhkannya. Atas karakter mereka yang mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri ini maka turun firman Allah Surat Al Insan ayat 8-9: “Dan mereka memberi makan dengan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.  Mereka berkata sesungguhnya kami memberi makan kalian hanyalah karena mengharapkan ridho Allah.  Kami tidak mengharapkan dari kalian balasan, tidak pula ucapan terima kasih”.

Dalam konteks pendidikan anti korupsi   (PAK) karakter mendahulukan kepentingan umum daripada pribadi karena menyadari dampak kemaslahatan dan kemudharatannya terhadap orang banyak sebenarnya menunjukkan sikap empati terhadap kepentingan rakyat. Orang yang berkarakter seperti ini memahami bahwa dampak korupsi menyebabkan rakyat sengsara yang dapat berarti bahwa mereka tidak mampu membayar uang  sekolah  anak-anaknya, tidak mampu ke dokter kalau mereka sakit, tidak mampu membayar rekening listrik, tidak mampu membeli pakaian untuk anak-anaknya, dan sebagainya.Wallaahu a’lamu bi al-shshowâb.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster