“Rumahku Porak Poranda”

 272 total views,  2 views today

MUARAENIM,Mata Marsani (33), nampak fokus menatap atap rumahnya yang runtuh dan nyaris menimpa anak serta istrinya. Sesekali Marsani terlihat menarik nafas panjang sambil tangan kekarnya mengambil satu per satu atap rumah yang berserakan di rumah tamu.

 

Ya, rumah Marsani yang berdiri tegak di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim ini baru saja di terjang angin puting beliung, pada Rabu (29/5) sekitar pukul 18.00.

 

Terjangan hebat angin puting beliung bukan hanya mengantam atap rumah Marsani saja. Ada puluhan rumah yang mengalami hal serupa akibat di terjang angin puting beliung. Bahkan, beberapa rumah warga ada yang mengalami rusak berat. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

 

Marsani yang sehari-hari sebagai buruh serabutan menuturkan, kejadian tersebut berlangsung capat.  Angin puting beliung tiba-tiba datang disertai hujan dan kilat. “Setelah itu, listrik mati dan kondisi desa kami gelap gulita. Tak berselang lama, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan angin kencang yang menghantam atap rumah,” tuturnya didampingi istrinya Asih Royati (31), dan kedua anaknya.

 

“Alhamdulilah pas kejadian anak dan istrinya di ruang belakang. Kalau diruang depan mungkin sudah tertimpa kayu dan atap,” kata Marsani yang sekali meringis pedih sebab tangan terluka benda tajam pada saat kejadian.

 

Penderitaan Marsani tidak sampai disitu, jebolnya atap rumah menyebabkan air hujan dengan leluasa masuk dari atap rumah dan membanjiri seluruh ruangan dan sudut rumahnya. Marsani hanya bisa pasrah melihat keadaan rumahnya yang banjir.

 

Dengan sangat terpaksa, Marsani beserta keluarganya mengungsi ke rumah orangtuanya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Bukan hanya keadaan rumahnya yang hancur, rasa trauma yang mendalam salah satu dirinya dan keluarganya harus mengungsi.

 

“Kami tidak bisa tidur semalaman. Masih trauma. Hari ini anak saya malah tidak sekolah karena trauma dan pakaian basah semua,” ujarnya.

 

Kades Keban Agung Junadi HS, mengungkapkan, bencana angin puting beliung terjadi, saat-sebagian warga sedang berada di dalam rumah. “Tiba-tiba datang angin kencang puting beliung yang disertai hujan dan petir yang berlangsung sekitar 30 menit, katanya.

 

Lanjut Junadi, kencangnya angin tersebut, sempat menumbangkan pepohonan dan merusak sebagian atap rumah warga yang terbuat dari asbes dan seng. “Akibatnya sedikitnya empat rumah rusak berat yakni rumah milik Marsani (33), Sumardi (35) dan Fikri (41) akibat tertimpa bohon Embacang. Lalu Indra Marta (33) BTN Midangan seluruh atap terbang. Sedangkan yang rusak sedang dan ringan sekitar 25 buah. “Tadi pihak kecamatan dan Pemkab Muaraenim sudah mengecek ke lapangan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Camat Lawang Kidul Asarli Manudin didampingi Camat Tanjung Agung Noviar Desa Pulau Panggung Enim, Kecamatan Tanjung Agung, bahwa angin puting beliung itu menerjang dua desa. Namun yang parah di Desa Keban Agung, sedangkan desa Pulau Panggung hanya rusak ringan.

 

Untuk permasalahan, sudah dilaporkan ke Badan Penangulangan Bencana Alam dan Dinsos Muaraenim secara lisan. Sedangkan secara tertulis akan menyusul. “Kita telah melakukan pendataan dengan Dinsos ke dua desa tersebut,” ujar Asarli.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster