Ada Bagi-Bagi Uang di Pemilukada Sumsel

29 total views, 3 views today

HAL-KORAN-1PALEMBANG| KS-Hari itu, Rabu (29/5), puluhan warga Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Palembang, berbondong-bondong datang ke rumah salah satu tim sukses pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Mereka rela antri, mendatangi rumah tersebut karena ada bagi-bagi uang. Setiap warga yang datang mendapatkan uang tunai Rp 20 ribu plus baju kaos, yang bergambar pasangan cagub-cawagub tersebut.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, uang plus baju diberikan sebagai “uang jasa” ke ikut sertaan warga untuk menjadi massa kampanye yang dilakukan oleh pasangan cagub-cawagub tersebut.  Uang itu pun, hanyalah uang muka karena saat kampanye akbar yang akan digelar pasangan itu beberapa hari mendatang, setiap warga yang ikut kampanye akan ditambah lagi uang jasanya.

Salah seorang ibu rumah tangga, yang tak mau disebutkan namanya mengaku  ia rela antri dan berpanas-panasan saat kampanye mendatang. Baginya, sayang untuk melewatkan rezeki nomplok lima tahunan itu.

“Jarang-jarang dek, ada bagi-bagi uang semacam ini kalau tidak di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) seperti sekarang. Sayang kalau disia-siakan, jadilah untuk belanjo,” ungkapnya spontan.

Menurutnya, uang itu diberikan kalau mereka ikut meramaikan kampanye salah satu pasangan cagub-cawagub. Bukan hanya uang yang mereka dapatkan, nasi bungkus pun bakal diperoleh jika ikut kampanye. Katanya, kalau ikut kampanye nanti akan diberi uang Rp50 ribu lagi,” ungkapnya lugu.

Praktek kecurangan dalam pemilukada seperti ini, bukanlah barang baru. Praktek politik uang nyaris terjadi setiap penyelenggaraan pemilukada namun sulit membuktikannya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel sendiri, tidak menampik adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon. Komisioner Bawaslu Sumsel Divisi Penindakan Pelanggaran, Zulfikar, yang dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (29/5) menyebut sejak pelaksanaan kampanye sampai hari ini, Bawaslu sudah menerima 60 laporan pelanggaran.

“Dari 60 laporan yang kami terima, tim pemenangan pasangan Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN) yang paling banyak melaporan pelanggaran ke Bawaslu. Jumlah laporan yang kita terima dari mereka, sebanyak 50 laporan. Sisanya dari pasangan Iskandar-Hafisz, Herman Deru-Maphilinda dan Alex Noerdin-Ishak Mekki,” jelasnya.

Sambung Zul, pelanggaran ini biasanya mencakup tiga kategori pelanggaran, yakni yang pertama pelanggaran administrasian, kode etik dan etika pemilu. Bawaslu sambungnya, hanya memberikan rekomendasi ke pihak berwenang.

“Misalnya pelanggaran administrasi, rekomendasinya kami serahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Merekalah, yang berhak memberikan sanksi. Namun jika pelanggarannya   kode etik misalnya politik uang dan lainnya maka rekomendasinya diserahkan ke kepolisian,” jelasnya.

Pasangan mana yang banyak melakukan pelanggaran ?, Zulfikar menyebut, semua pasangan calon melakukan pelanggaran. Bentuk pelanggarannya, berupa pemasangan atribut kampanye dan pelaksanaan kampanye di luar jadwal.

“Yang mereka lakukan sudah kita ketahui, itu bentuk pelanggaran yang sangat nyata yakni dengan pemasangan atribut kampanye di luar jadwal dan masih banyak yang melakukan pemasangan atribut di pohon-pohon,”bebernya.

Sebelumnya kuasa hukum pasangan ESP-Win, Munarman, Dhabi K Gumayra dan Febuar Rahman menyebut ada mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS) dan penggunaan anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon untuk kegiatan kampanye.

Mobilisasi ini menurut Dhabi, dilakukan bukan hanya di masa kampanye, tetapi sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kuat dugaan, mereka menggunakan APBD dan menggunakan sejumlah fasilitas negara untuk kepentingan pasangan tersebut,” tuding Dhabi.

Misalnya contoh dia, sejumlah spanduk dan banner dengan corak dan slogan pasangan tersebut dipasang di sejumlah kantor pemerintahan. Selain itu, ada juga tabloid yang dibuat dengan memasang logo pemerintah serta pelindung pejabat teras dilingkungan pemerintahan itu. “Mereka juga menyebarkan leflet, yang berisikan visi, misi dan program pasangan tersebut termasuk foto pasangan,” tukasnya.

Teks      : Romi Maradona/Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com