Selalu Jeblok Setiap Tahun

 329 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Realisasi retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang  2012, jeblok. Dari target Rp11,5 miliar yang ditetapkan, hanya  Rp5,3 miliar saja yang bisa terpenuhi untuk disetor sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang.

Cerita ini, bukanlah cerita baru. Hampir setiap tahun, realisasi pendapatan dari retribusi parkir di Kota Palembang selalu tidak terpenuhi. Tahun 2011, dari target Rp5,4 miliar yang bisa disetorkan hanya Rp 4,4 miliar. Begitu juga di 2010 dari target Rp5,5 miliar, terealisasi Rp2,5 miliar saja. Bahkan di 2007, retribusi parkir ini Rp3,25 miliar realisasinya hanya sebesar Rp 1,709 miliar atau 55 persen.

Jika tahun 2007 lalu, jebloknya realisasi pendapatan dari parkir dikarenakan banyak kebocoran di kantong-kantong parkir,  tahun ini beban yang tinggi dituding sebagai penyebab.

 “Sebenarnya kalau mau dihitung, realisasi retribusi parkir 2012 kemarin lebih tinggi dibandingkan di 2011. Tetapi tingginya target retribusi parkir itu, menyebabkan target tidak tercapai,” kata Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Palembang, Anzar Ibrahim ketika dibincangi Kabar Sumatera beberapa waktu lalu.

Ia menyebut di Palembang ada 382 titik parkir, yang menjadi tanggungjawab pengawasan Dishub. Titik parkir ini juga ditambah dengan kantong parkir berlangganan sebanyak 124 lokasi dan parkir operasional. Sementara itu, parkir progresif di bawah Jembatan Ampera, 16 Ilir masih berjalan begitu juga dengan parkir bulanan operasi PD Pasar.

“Titik parkir di Jalan Sudirman yang sudah dijadikan parkir paralel, sebelumnya bisa menghasilkan Rp3juta perhari. Tapi, sejak dua bulan ini hanya menghasilkan Rp1,1juta perhari,” ungkapnya.

Namun sumber Kabar Sumatera dilingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Palembang yang tidak mau disebutkan namanya, yakin tak tercapainya pendapatan dari retribusi parkir dari tahun ke tahun tersebut disebabkan banyak pendapatan dari parkir yang menguap.

Menurutnya,  total titik parkir di Palembang mencapai 530 titik bukan 382 titik. Dengan jumlah kendaraan di Palembang, tidak mungkin target pendapatan tersebut tidak bisa dipenuhi,” katanya.

Dengan jumlah kendaraan bermotor di Palembang di 2006 saja mencapai 771.812 unit, dengan rincian jenis sedan 10.541 unit,  Jeep (13.843), minibus (6.967) bus (4,248), pick-up (28.591) sedangkan truk (28.854) .

Sedangkan sepeda motor, angka penjualan mencapai 678.769 unit. Di 2007 total penjualan untuk semua jenis kendaraan mencapai angka 959.981 unit. Begitu juga di 2008 (1.186.185 unit), 2009 (1.463.904 unit) dan di 2010 terjual 1.784.688 unit.  Sedangkan untuk sepeda motor di Sumsel pada 2011 mencapai 1,7 juta unit lebih.

Dugaan adanya kebocoran dari retribusi parkir ini, pernah terang-terangan disampaikan Syadina Ali, saat menjabat sebagai Kepala Dishub Kota Palembang pada 2007 lalu.

“Tidak tercapainya target retribusi parkir ini disebabkan banyak faktor. Selain terjadinya kebocoran, banyak daerah-daerah yang tidak dipungut petugas parkir resmi,”kata Syaidina saat itu.

Terlepas benar atau tidaknya, kebocoran menjadi penyebab tidak pernah tercapainya target retribusi parkir yang pasti Pemkot Palembang harusnya membenahi dan pengawasi pengelolaan parkir di Palembang.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster