Masih Terhutang 61.666 e-KTP

 181 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, menargetkan pencetakan dan distribusi elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di Indonesia termasuk di Palembang harus selesai paling lambat, Juni mendatang nampaknya bakal tak  terealisasi.

Pasalnya, sampai saat ini masih ada 61.666 e-KTP lagi yang belum di distribusikan kepada wajib e-KTP di Palembang. Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Kota Palembang, HA Farhan melalui Kepala Bidang (Kabid) Data dan Evaluasi, H Djunaidi menyebut, baru sekitar 924.368 e-KTP yang sudah diterima Disdukcapil dan sudah di didistribusikan.

Ia menjelaskan, pencetakan e-KTP tersebut sepenuhnya dilakukan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Setelah selesai dicetak, e-KTP itu dikirim via pos ke Disdukcapil seluruh Indonesia. Barulah setelah itu, di distribusikan ke kecamatan.

Proses inilah sambungnya, yang membuat pencetakan dan distribusi e-KTP menjadi lamban. “Kami berharap e-KTP yang belum selesai, segera untuk di selesaikan oleh Kemendagri. Karena target yang ditetapkan sudah dekat, “harapnya.

Ia juga menjelaskan, Selasa (28/9), Disdukcapil kembali menerima  14.795 e-KTP. E-KTP itu bebernya, didistribusikan ke empat kecamatan yakni Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Ilir Barat (IB) I, Sukarame dan Gandus.  “Rinciannya di SU II sebanyak 720 e-KTP,  IB I 1.287e-KTP, Sukarame 1.558 dan yang paling banyak Kecamatan Gandus yakni 11.230 e-KTP,” bebernya.

Ia juga menghimbau kepada wajib e-KTP di Palembang, yang belum melakukan  rekam data untuk segera melakukannya.  Saat ini menurutnya, masih ada sekitar 100 ribu wajib e-KTP di metropolis yang belum melakukan rekam data.

“Angka ini cukup besar. Namun jika dibandingkan daerah lain yang ada di Indonesia, Palembang merupakan kota yang paling cepat dalam melakukan perekaman,”klaimnya.

Karenanya sambung Djunaidi, wajib e-KTP yang belum melakukan rekam data tersebut segera mendatangi kecamatan di tempat tinggalnya.  Karena kata Djunaidi, tidak mungkin pihak kecamatan yang mendatangi warganya satu-persatu. “Ini demi kita juga, mumpung masih gratis. Kita belum tau mekanisme selanjutnya, belum tentu gratis seperti sekarang,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster