Bocah Korban Persugihan Akhirnya Tewas

 115 total views,  6 views today

PALEMBANG, KS – Setelah enam hari mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Muhamad Hoesin Palembang, Muslim (8), bocah korban percobaan pembuhan sadis yang dilakukan seorang sarjana komputer, yang diduga mendalami ilmu hitam, akhinya meninggal dunia, Rabu (29/5), pukul 02.30 WIB.

Bocah malang yang duduk dikelas I Sekolah Dasar (SD) Negeri 214 Palembang ini, korban percobaan pembuhahan sadis yang dilakukan oleh Efredi (30), warga Jalan Mayor Zen, RT 02, RW 01, Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Korban yang terhitung masih tetangga pelaku, nekat mengahabisi nyawa Muslim, lantaran praktek ilmu hitam (Persugihan) yang dipelajarinya di Pulau Jawa. Pelaku secara sadis dengan menggunakan senjata tajam menusuk tubuh korban hingga 11 titik luka di sekujur tubuh bagian dada dan perut hingga mengakibatkan usus korban terburai.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (24/5) pukul 14.30 WIB di kediaman pelaku.  Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke RSMH Palembang, namun setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari korban akhirnya meninggal.

Informasi yang di dapat, terungkapnya peristiwa tragis itu berawal saat ibu korban Heni (40), mencari anaknya untuk makan siang. Ria (8) dan Perdy (8), yang merupakan teman korban menyampaiakan kepada ibu korban jika korban sedang berada di rumah pelaku bermain Playstation (PS).

Ibu korban (Herni-red), pun menyuruh kakak korban Firman untuk menjemput dan mengajaknya pulang. Namun sayangnya, saat Firman berada di kediaman pelaku dan menanyakan korban, tersangka mengelak jika korban berada dirumah. Padahal, sandal milik korban ada di depan rumah tersangka.

Dengan rasa curiga, Firman kembali ke rumah dan memberitahukannya kepada sang ibu. Khawatir terjadi sesuatu, ibu korban pun mendatangi kediaman pelaku. Saat ditengah perjalanan, ibu korban bertemu dengan Ayok (50) ibu pelaku dan memberitahukan jika putranya dibunuh oleh pelaku.

Mendapat laporan tersebut, ibu korban berteriak histris dan meminta pertolongan warga. Dalam sekejap, warga lalu berkumpul di depan rumah pelaku dan langsung mendobrak pintu pelaku.

Setelah didobrak, warga dikejutkan dengan pemandangan yang mengerikan dimana tubuh bocah malang tersebut bersimbah darah dan usus terburai. Saat itu, korban masih bernafas dan warga pun membawanya ke RSMH Palembang.

“Saat saya hendak menjemput anak saya, di tengah jalan bertemu dengan ibu pelaku, dia bicara kepadaku yang katanya kalau  anak kamu di bunuh oleh anak aku,”  kata Herni.

Lanjutnya, Sebelum kejadian memang dirinya telah curiga lantaran teman teman korban mengatakan kepadanya bahwa pelaku memberikan uang dan ditawarkan main PS gratis di kediaman pelaku.

“Saya curiga karena pelaku mengasi uang kepada anak saya, dan saat dijemput kakanya pelaku mengatakan anak saya tidak ada sementara sendal nya ada di luar,” ujar ibu tiga anak ini.

Sementara itu, ayah korban, Edi Mulyadi (40),  mengatakan, pelaku membujuk anaknya untuk bermain PS gratis dan iming-iming uanga Rp 5 ribu. Sesampainya, korban di sekap dan di sumpal mulutnya dengan kain lap.

 “Dalam  keadaan tidak berdaya korban di tusuk-tusuk dengan menggunakan pisau oleh pelaku,” ungkapnya.

Terpisah, Alfian (54) keluarga pelaku menjelaskan, pelaku baru satu bulan di keluar setelah setelah menjalani perawatan di  RS Ernaldi Bahar. “Sejak kecil sampai dewasa,tersangka dibesarkan di pesantren. Dia termasuk kuat dalam beribadah. Entah kenapa, belakangan ini dia sering melamun dan bengong di rumah,oleh karena itulah kami merujuknya  ke Rumah sakit Jiwa selama 15 hari efredy dirawat dan baru pulang dari perawatan sekitar satu  bulan yang lalu,” ungkapnya

Lanjutnya, dikediaman pelaku memang membuka rental PS, pelaku juga tinggal bersama ibunya. Namun sejak kejadian itu, ibu pelaku diungsikan sementara.

“Pelaku pernah  berangkat ke Jawa sebanyak  empat  kali, informasi pelaku mengambil ilmu hitam di Gunung Kawi hingga meminta tumbal. Kita berusaha berupaya agar jangan sampai ada gejolak warga, karena  sudah empat malam warga setempat menjadi resah,” harapnya.

Seusai dimandikan, korban disholatkan dan  jenazah korban seusai zuhur dimakamkan di TPU Kelurahan Sey Selayur Kecamatan Kalidoni.

Sementara Kapolsek Kalidoni AKP Tri Sumantri, saat dihubungi mengatakan saat ini dirinya sedang dalam perjalanan bersama pelaku yang diamankan di Tangerang.

“Pelaku saat ini  telah ditangkap dan dalam perjalanan menuju Palembang. Pelaku diamankan Polsek Cisoka, Tangerang pada Minggu (26/5) malam pukul 21.30 WIB. Dari kediaman pelaku barang bukti yang diamankan cangkul, sarung pisau dan pisau. Atas perbuatan tersangka, untuk sementara ini dijerat dikenakan Pasal 351 KUHP,” tegas Tri,

Teks     : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster