Hanya Satu SPBG Beroperasi

PALEMBANG, KS-Dari empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kota Palembang, baru satu yang beroperasi sejak awal Maret lalu.

SPBG dengan nomor registrasi 21.B.301.101 yang terletak di Jalan R Soekamto itu, sudah beroperasi. Namun masih terlihat sepi dari aktivitas kendarana yang mengisi bahan bakar.

Arpan,pengawas teknik SPBG tersebut ketika dibincangi Kabar Sumatera, kemarin mengatakan minat masyarakat sebenarnya cukup besar untuk beralih dari menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).

Namun, mereka masih kesulitan dalam mendapati converter kit sebagai alat dasar untuk kendaraannya. ”Karenanya masih sepi kendaraan yang mengisi BBG disini. Saat ini, kita baru melayani pengisian bahan bakar untuk kendaraan dinas milik Pemerintah Kota (pemkot) Palembang saja. Karena sebagian sudah menggunakan BBG,” jelasnya. kemarin.

Arpan menjelaskan, harga BBG lebih murah dibandingkan dengan harga BBM. Harganya Rp3.100 untuk satu liter setara premium (LSP). Biasanya kata Arpan, setiap kendaraan mengisi 8 LSP karena daya tampung kit yang masih kecil.

“Saat ini dalam sehari, rata-rata hanya sekitar 10 kendaraan saja yang mengisi BBG disini. Masyarakat belum banyak yang mengetahui, jika SPPG ini telah beroperasi. Kebanyakan pengguna BBG masih ke SPBG yang ada di Jalan Demang Lebar Daun,” ungkapnya.

Arpan berharap agar pemkot, cepat tanggap terkait hal ini sekaligus juga turut aktif dalam menyosialisasikan SPBG dan juga dapat menyediakan converter kit untuk masyarakat.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Transportasi Jalan dan Rel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto menjelaskan, pengoperasian SPBG tersebut sepenuhnya sudah diserahkan kepada Pertamina.

Ketika ditanya kenapa baru satu SPBG yang beroperasi, padahal ada empat SPBG di Kota Palembang ?, Agus menyebut itu disebabkan terkendala pasokan gas. “SPBG  di Jalan Kol H Barlian, Jalan Diponogoro dan Kertapati sampai saat ini, masih dalam tahap perencanaan mekanisme pengisian gas karena jauh dari pipa sumber gas. Pengisian ketiga stasiun itu sambungnya, harus menggunakan kendaraan khusus dan Pertamina,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com