Siapa bilang OKI Termiskin

 153 total views,  2 views today

Suasana politik di OKI kian panas. Aroma persaingan antara calon satu dan lainnya kian tampak dalam masa kampanye. Bahkan seorang Hafidz Tohir salah satu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel, untuk kesekian kalinya melontarkan ‘serangan’ kepada OKI yang dinilai sampai saat ini masih masuk dalam kelompok daerah miskin.

Hafiz yang merupakan adik kandung Hatta Radjasa, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kemarin, 26/5) kembali mengungkapkan tentang kondisi OKI yang masih miskin. “Kabupaten OKI ini, sampai sekarang masih menjadi daerah termiskin di Sumsel. Oleh karena itu, saatnya OKI harus bangkit dan berubah agar menjadi daerah maju,” tegasnya.

Kalimat ini menurut sejumlah pihak sangat bermuatan politis, di tengah kampanye menjelang Pemilukada di Sumsel dan OKI. Kalimat Hafidz ini, menurut beberapa sumber yang berhasil dihimpun Kabar Sumatera, terkesan menjadi alat ‘penyerang’ kepada Bupati OKI, Ishak Mekki, yang juga mencalonkan diri sebagai Cawagup Sumsel yang berpasangan dengan Alex Noerdin (incumbent).

Kalimat Hafidz ini, menurut sejumlah pihak menjadi pernyataan klasik. Sebab kalimat yang sama pernah disampaikan Ketua DPP PAN ini, saat melantik tim pemenangan Iskandar SE di Desa Srigeni, Kecamatan Kayuagung, Senin (21/1). “Saya lupa desa apa, yang pasti berdasarkan data BPS, di OKI ada desa paling miskin di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKI, H. Ishak Mekki, mengatakan sampai saat ini jumlah kemiskinan di OKI sudah mengalami penurunan. Menurut Ishak, penurunan ini berkat kerjasama berbagai pihak terutama keinginan keras masyarakat “Penurunan ini adalah bentuk upaya Pemerintah Kabupaten OKI dalam mengupayakan masyarakatnya agar hidup dengan kecukupan dan tidak lagi hidup dilingkaran kemiskinan. Namun terlepas itu, program pengetasan kemiskinan ini bisa terwujud dengan baik karena dukungan masyarakat itu sendiri dan keinginan masyarakat itu sendiri,” ujar orang nomor satu di OKI.

Ishak mengatakan, salah satu upaya yang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI untuk mengoptimalkan bantuan kepada kemiskinan, sejak tahun 2011, Pemkab OKI membantu keluarga miskin yang tidak mampu membayar PBB melalui Program PBB Kerluarga Miskin (PBB Gakin). Seperti diiinformasikan sebelumnya, Pemkab OKI pernah meluncurkan program PBB Gakin yang membantu keluarga miskin yang tidak mampu membayar PBB.

Pemekaran Atasi Kemiskian

Sementara itu, Zaitun Mawardi Yahya, yang juga menjadi salah satu Cabup OKI, dalam orasinya mengusung pemekaran, sebagai salah satu upaya nyata untuk mengatasi kemiskinan di OKI. Zaitun mengakui, kalau di OKI masih banyak masyarakat yang miskin. Namun demikian, menurut Zaitun jalan keluarnya dengan melakukan pemekaran wilayah OKI. Menurutnya, melalui pemekaran wilayah OKI, pemerataan dan tata kelola sebuah pemerintahan akan lebih mudah dijangkau dan layanan kepada rakyat akan lebih mudah. ”Dengan wilayah OKI yang nantinya akan dimekarkan menjadi tiga kabupaten, maka pemerataan pembangunan dan tata kelola poemerintahan dalam melayani rakyat akan semakin mudah dan bisa lebih merata, sehingga hasil pembangunan di OKI akan terwujud dan bisa dinikmati oleh rakyat OKI,” tegasnya.

Lain halnya dengan Iskandar, salah satu Cagub Sumsel. Dalam kampanye di OKI, mantan Kapolda Sumsel ini menilai hingga saat ini Sumsel belum sepenuhnya tertata dengan pemerataan keadilan. Menurut Iskandar, rakyat Sumsel selama ini hanya menjadi penonton. “Sumsel saat ini belum ada keadilan, ini harus kita ratakan. Selama ini rakyat di Sumsel hanya menjadi penonton di daerah sendiri karena lahan digarap perusahaan. Jika Sumsel akan ada pemimpin baru, maka pembangunan akan lebih cepat,” ujarnya.**

TEKS      : EMIL HIDAYAT

EDITOR : MUSTAQIEM ESKA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster