Peluang Juara SFC makin Berat

 235 total views,  2 views today

JAYAPURA | KS-Upaya Sriwijaya FC (SFC) dalam mempertahan gelar juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) semakin berat. Setelah pada partai ke-21 kompetisi ISL Laskar Wong Kito ditaklukkan Persipura Jayapura 0-3 di Stadion Mandala, Jayapura, Senin (27/5) kemarin petang.

Tiga gol klub berjuluk Mutiara Hitam masing-masing diciptakan Boaz Solossa pada menit ke-27, Patrich Wanggai menit ke-76 serta Zah Rahan Krangar tujuh menit jelang bubaran memastikan kemenang timnya.

Dari hasil tersebut, SFC gagal memangkas selisih poin atas Pesipura dan tertahan diperingkat tiga klasemen dengan nilai 42 dari 21 partai. Sementara bagi Persipura kemenangan telak atas sang seteru semakin mendekatkan diri menjadi juara.

Mengoleksi 51 poin dari jumlah laga yang sama, kini Persipura yang unggul sembilan angka dari pesaing terdekat yakni Arema Cronous serta SFC yang meraup jumlah nilai sama, semakin kokoh dan sulit dibendung.

Pelatih SFC, Kas Hartadi mengatakan selisih poin yang terlampau jauh semakin membuat peluang timnya meraih gelar juara semakin sulit dan dapat dikatakan nyaris tertutup. Karena dari partai yang menyisakan 13 laga lagi cukup sulit mengejar Persipura yang musim ini tampil konsisten, baik di kandang maupun di laga tandang.

“Hari ini (kemarin-red) kita gagal merapatkan jarak terhadap Persipura. Dan ini artinya peluang kita mempertahankan gelar semakin sulit karena perbedaan poin terlampau jauh,” kata Kas Hartadi yang dihubungi Kabar Sumatera.

Meski takluk, namun apakah akan langsung lempar handuk dalam perburuan gelar, Kas mengungkapkan jika hal tersebut belumlah berlaku. Dengan pertandingan yang masih menyisakan 13 laga, semua kemungkinan masih mungkin terjadi.

“Berat memang, tapi tidak ada yang tahu apakah kedepannya penampilan Persipura akan menurun. Yang jelas kita fokus pada sisa pertandingan di kompetisi ISL untuk tampil stabil memepet Persipura,” ungkap mantan pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA).

Sementara pelatih Persipura, Jacksen F. Thiago mengungkapkan rasa syukur karena diberi kemenangan. “Persipura bermain dengan mobilitas dan kolektivitas yang luar biasa serta dapat menghasilkan banyak peluang. Tiga gol yang diperoleh merupakan hasil kerja sama dan kolektivitas yang diperagakan anak-anak Persipura,” kata Jacksen.

Pada pertandingan yang berlangsung didepan puluhan ribu Persipura Mania tersebut, tuan rumah lebih menguasai pertandingan sepanjang laga serta langsung menekan tim tamu asal Sumatera sejak menit awal.

Hasilnya ketika pertandingan memasuki usia 27 menit Boaz Solossa sudah membawa timnya unggul melalui sepakan kerasnya yang tidak bisa dibentung penjaga gawang Ferry Rotinsulu. Persipura memimpin 1-0.

Semakin tidak puas dengan satu gol Persipura kembali melancarkan serangan. Pada masa injury time babak pertama, klub berkostum Merah Hitam mendapat peluang emas untuk menambah keunggulan melalui titik putih. Sayang, Boaz yang menjadi algojo gagal menaklukkan FR12 (julukan Ferry Rotinsulu) untuk kali kedua. Hingga turun minum keunggulan 1-0 bagi Persipura tetap bertahan.

Memasuki interval babak kedua, SFC yang coba membalas mendapat bencana ketika pertandingan baru berusia lima menit. Adalah Ferry yang mesti meninggalkan lapangan terlebih dulu akibat mendapat cedera hamstring dan posisinya digantikan Rivky Mokodompit.

Meski demikian, SFC tetap optimis dalam melancarkan serangan dengan mengganti Dodok Anang Zuanto yang memiliki tipikan lebih ke bertahan digantikan sosok Ramdani Lestaluhu yang lebih memiliki naluri menyerang tinggi.

Terbukti masuknya mantan punggawa Persija Jakarta mampu memberi perubahan dengan beberapa kali melakukan ancaman. Tetapi sayang, ditengah upaya tersebut SFC mesti kembali kecolongan di menit ke-76 melalui gol Patrich Wanggai.

Serta gol mantan punggawa tim tamu, Zah Rahan Krangar tujuh menit sebelum usai menutup kemenangan Persipura menjadi 3-0 sekaligus mempupuskan perlawan SFC.

Susunan Pemain

Persipura: Yoo Jae Hon, Pierre Bhio Paulin, Otavio Dutra, Ruben Karel Sanadi (Ortizan Solossa’65), Yostinus Pae, Zah Rahan Krangar, Lim Jun Sik, Ian Louis Kabes (Nelson Alom’84), Boaz Salossa, Patrich Wanggai (Yohanes Ferinando Pahabol’80), Gerald Pangkali

Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (Rivky Mokodompit’51), Fandy Mochtar, Abdul Rahman, Lee Dong-Won, Mahyadi Panggabean, Ahmad Jufriyanto KK’3, Dodok Anang Zuanto (Ramdani Lestaluhu’62), Erick Weeks Lewis KK’57, Boakay Eddie Foday, Herman Dzumafo Epandi

TEKS         : SADAM MAULANA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster