Melda Butuh Bantuan Dermawan

 650 total views,  2 views today

Emi-Susilawati-(Melda)

BUTUH BANTUAN : Emi Susilawati (29), dirinya sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan untuk meneruskan pengobatannya. Serta biaya operasi untuk mengangkat penyakitnya.

MUARA ENIM | KS-Emi Susilawati (29), sehari-harinya dipanggil Melda, warga Dusun Tiga Desa Tanjung Raja Kecamatan Kota Muara Enim, sedang berjuang dengan sakitnya. Dokter mencurigai dirinya terkena penyakit kanker darah, setelah sebelumnya divonis kanker payudara stadium dua.

 Ibu satu anak ini, sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari para dermawan. Agar dirinya dapat meneruskan pengobatan atau menjalani operasi, sehingga bisa kembali sehat dan normal seperti sedia kala.

 Dirinya mengaku sekarang bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Dispora Muara Enim. Dirinya selalu didera sakit kepala dan pusing-pusing, sesekali tanpa sebab dari hidungnya keluar darah (mimisan, red). Mungkin hal ini, disebabkan oleh tensinya yang turun 70/50 dan Hb darah yang cuma delapan.

 Namun dia bersyukur, sekarang telah dipindahkan ke kantor ini tidak lagi bertugas sebagai tenaga kebersihan Gedung kesenian yang sering menguras tenaganya. Jujur saja, dirinya bertahan bekerja sebagai tenaga honorer adalah usahanya dalam membantu meringankan tugas suaminya Firman (30), sebagai tenaga honor di GOR Pancasila.

“Kami sekarang ini, sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan dermawan, agar dapat melanjutkan pengobatan dan dapat segera dioperasi untuk mengangkat penyakit saya,” harap Melda didampingi suaminya saat disambangi Kabar Sumatera, kemarin (27/5).

Melda menceritakan, penyakitnya berawal dari benjolan di bawah dagunya sekitar 2006 lalu. Benjolan tersebut sempat diangkat dan tidak lagi tumbuh selama satu tahun. Pada 2007, ketika masih menyusui anaknya Cinta yang waktu itu berusia 10 bulan, anaknya demam dan rewel ketika itulah dia mengamati dari payudaranya tidak keluar ASI, melainkan nanah bercampur darah.

“Sewaktu berkonsultasi ke dokter, aku divonis kanker payudara stadium dua. Sejak itulah berbagai upaya dilakukannya untuk berobat, kebanyakan masih memanfaatkan pengobatan gratis dari pemerintah,” tutur Melda dengan nada sedih.

Setelah lebih dari tujuh tahun berlalu, lanjut dia, sudah tidak terhitung berapa kali dia opname di rumah sakit, sedangkan benjolan di dagunya terus-terusan muncul. Bahkan belum lagi jahitan bekas operasinya dilepas benjolan tersebut sudah tumbuh lagi.

“Terakhir kali aku konsul ke dokter bedah, dokter mencurigai adanya kemungkinan kanker darah yang saya idap. Meski aku sudah sering dioperasi, tapi benjolan bekas operasi belum pernah di uji PA (Patology Anatomy,red) untuk memastikan jenisnya,” ucap Melda.

Sementara itu, Firman (30), suami Melda sangat mengharapkan istrinya mendapat uluran tangan atau bantuan dari dermawan. Agar bisa meneruskan pengobatan lebih baik, apakah dilakukan pemeriksaan Lab, Khemoteraphy atau apa saja sehingga kondisi istrinya lebih baik, kasihan dengan anak kami yang masih kecil.

“Mungkin nanti kami tidak dapat membalas bantuan dari Bapak – Ibu dermawan yang membantu kami. Namun kami berdoa semoga Allah membalas dengan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda, dan semoga tidak mendapat ujian merasakan penyakit yang di derita istri saya ini,” pungkas Firman.

Teks      : Siswanto

Editor  : Mustaqiem Eska





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster