Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

 142 total views,  2 views today

Oleh SARONO P SASMITO

 

 

 

 

 

MASYARAKAT Kota Palembang dan Sumatera Selatan mulai diserang kepanikan lagi.   Sebab harga-harga  kebutuhan pokok mulai naik drastis saat ini.  Diantaranya harga cabai merah besar di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu dan beberapa pasar lainnya di Palembang tercatat Rp50 ribu per kilogram, melonjak dibandingkan sebelumnya hanya Rp28 ribu per kilogram. Beberapa pedagang yang ditanya mengemukakan,  naiknya  harga cabe merah  besar itu selain pasokan berkurang juga nilai tebus dari agen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Para pedagang  di pasar tradisional Simpang Sungki  juga mengemukakan stok cabai merah di agen memang jumlahnya terbatas. Biasanya setiap hari mendapat jatah kisaran 30 hingga 40 kg, dan hari  Senin (27/05)  kemarin hanya kebagian 10 kilogram saja.

Menurut dia, para pedagang pengecer bisanya menerima pasokan cabai merah dari pasar induk Jakabaring, karena di pasar itu tempat mengumpulnya pasokan sayur-mayur dari daerah sentra produksi.  Khusus cabai merah baik harga maupun pasokan barang tidak bisa diperkirakan, bisa saja hari ini harga jual tinggi dan besok pagi mengalami penurunan secara drastis tergantung dengan kondisi stok barang di pasaran. Biasanya kalau petani melakukan panen secara bersamaan, dengan sendirinya pasokan cabai merah ke pasaran akan melimpah yang memicu harga jual menjadi turun drastis.

Kita juga memperoleh informasi dari  Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana   yang mengatakan bahwa harga cabai merah di pasaran dalam sebulan terakhir sangat mempengaruhi nilai inflasi Kota Palembang.  Inflasi Kota Palembang bulan April 2013 tercatat 0,04 persen diantaranya dipengaruhi oleh kenaikan harga lima komoditas andalan seperti bawang merah, cabai merah, dan bahan bakar rumah tangga termasuk keramik.

Kenaikan harga cabai merah 3,23 persen memberikan andil inflasi Kota Palembang sebesar 0,01 persen, bawang merah 17,97 persen menyumbang inflasi 0,21 persen. Ironisnya ternyata bukan hanya  harga cabe yang naik, harga daging ayam potong yang dijual pedagang pada beberapa pasar tradisional di Palembang, Senin (27/05)  kemarin  juga tercatat Rp29 ribu per kilogram, atau naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp24 ribu per kg.

Para pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang  mengemukakan harga daging ayam potong dijual pedagang sekarang ini mengalami kenaikan karena nilai tebus dari agen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Hanya saja, pasokan barang cukup lancar sesuai kebutuhan. Biasa para peternak ayam potong menaikkan harga selalu memberikan alasan akibat tingginya harga pakan di pasaran. Selaku pedagang, berapapun harga ditetapkan pengusaha peternak ayam potong, menjual kembali ke pelanggan tinggal menyesuaikan saja.

Naiknya harga kebutuhan pokok ini jelas menyulitkan bagi masyarakat. Satu sisi mereka tidak bisa tidak harus mengkonsumsi bahan-bahan pokok itu. Sementara dengan naiknya harga-harga jelas  daya beli mereka melemah. Buktinya  sejak harga jual tinggi  permintaan konsumen  terhadap  daging ayam potong  terus menurun. Kita mengharapkan agar pemerintah turut mengendalikan harga ini.  Jangan sampai kesulitan demi kesulitan ekonomi membelit rakyat sebelum harga BBM dinaikkan. Apalagi kalau harga BBM dinaikkan pasti rakyat akan lebih kesulitan lagi. Moga hal ini menjadi perhatian semua pihak dan mencari solusinya. Jangan biarkan dari hari ke hari rakyat dibelit dengan penderitaan.

 

 

  Harga Kebutuhan Pokok Melonjak





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster