15 Anggota Polres Mura Divonis 7 Hari Kurungan

 268 total views,  6 views today

hl-jeruiji

Foto: Dok KS

PALEMBANG, KS – Sebanyak 15 anggota Polres Musirawas, Senin (27/5), mengikuti sidang, di Ruang Catur Sakti Mapolda Sumsel. Ke 15 anggota tersebut terkait bentrok pengamanan unjuk rasa        di Muara Rupit yang terjadi ada tanggal 29 April dan menimbulan empat warga tewas tertembak,

Sidang terseut dihadiri Wakapolres Musi Rawas, Kompol Tulus Sinaga selaku pimpiman sidang, sementara Kompol Irawan C menjadi Penutut I, dan  Iptu Hendra Agus SH menjadi penutut II.

Ke 15 anggota tersebut yaitu Aipda Kosim, Aipda Ipandri, Bripka Ramlam, Bripka Romadhoni SH, Bripka Dona Lesmana, Bripka Hendra Napitupulu, Bripka Sumari, Bripka Ikhsan Setiawan, Brigadri Alfert Singatongah, Brigadir Heri Kurniawan,  Brigadir Wintiyanshi, Brigadir Herdian Sinaga, Brigadir Albret B Silatongah, Brigadir AJ  Malungung dan Brigadir Febri Sumaryo.

Selain itu juga menghadirkan saksi, yaitu Aipda Suryanto (35) dari anggota Polri dari kesatuan Propam Musirawas, Iptu M Sinabila SH (42) anggota Polri yang menjabat  Kanit Sabara di Polres Muara Rumpit dan Afrianto alias Sofian (39) warga Muara Rupit.

Selain mendengarkan keterangan saks-saksi dalam persidangan tersebut pimpinan sidang mendengarkan keterangan anggota yang terindikasi.

Sidang disiplin dimulai dari pembacaan tuntutan dari penuntut II, Iptu Hendra Agus SH. Dalam pembacaan tuntutanya ia mengatakan, anggota yang mengikuti persidangan hari ini merupakan telah melakukan persangkaan disiplin,

“Dan itu  bertetangan  dengan peraturan Kapolri tentang pengendalaian massa, anggota tidak profesional, dan prosedural dengan melapaskan tembakan, karena kondisi belum layak untuk melepaskan tembakan disebabkan saat kejadian berada ruangan terbuka serta sejata massa belum mengancam jiwa,” katanya.

Disebutkanya, dalam pelaksana tugas polisi wajib memberikan perlindungan dan pengayomanan kepada masyarakat, mentaati peraturan  dan perundangan-undangan yang berlaku. “Maka dengan itu selaku penutut di dalam persidangan ini, maka kami meminta kepada pimpinan sidang untuk melakukan permeriksaan terhadap anggota yang terperiksa telah melanggar disiplin,” tambahnya.

Sementara, Ipda Suryanto (35) saksi persidangan dalam sidang disiplin tersebut menyatakan, dirinya berada di lokasi kejadian sejak pukul 0 8.00 Wib-16.00 WIB.

“Kami pun melakukan pertemuan singkat  dan berangkat ke lokasi bersama dengan Kabag OPS secara bersama-sama dengan 40 saat dilokasi. Di perjalanan  kami melihat Jalan di simpang SPBU  di blokade masyarakat dengan pohon, kayu dan besi kami pun membuka blokade pertama di simpang itu,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah membuka blokade jalan  dirinya bersama personil menuju ke Karang Dapo dengan menggunakan mobil Dalamas dan kendaraan anggota lainya, Saat dilokasi kendaraan  parkir ditengah jalan, dari tempat parkir dengan keruman masaa cukup jauh.

“Sekitar 10 menit, kami dilempari batu dan anggota kocar-kacir untuk sebeb itu kurang jelas, dan saya mendengar suara dari mikrofon pengunjuk rasa yang berteriak serbu anggota Polri, dan dilokasi saya menyelamatkan anggota yang pingsan saat melepar batu,” ungkapnya.

Kompol Tulus Sinaga pimpinan sidang disiplin, setelah mendengarkan tuntutan dan penjelasan saksi serta anggota terperiksa mengatakan, memang  ke 14 anggota telah melakukan pelangaran disiplin, karena mereka dengan sengaja melakukan pengamanan dengan membawa senjata api.

“Para terperiksa telah melanggar Perkap Nomer 16 tahun 2006, dimana diatur di dalam perkap tersebut dalam pengendalikan tidak diperbolehkan membawa senjata api dan senjata tajam sehingga di jatuhkan hukuman Penempatan ditempat khusus paling lama 7 hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada alasan jika anggota Polri  tidak tahu tentang perkap nomor 16 tahun 2006. Sementara saat ditanya vonis yang dikenakan, kepada anggota yang terindikasi lebih ringan dari pembacaan tuntutan dirinya pun menambahkan bahwa, sdang disiplin berbeda dengan sidang pidana, tujuan sidang bukan hanya untuk menghukum namun juga memberikan pembelajaran kepada  para peserta, maka itu diberikan hukuman tujuh hari.

“Mereka terpaksa melakukan penembakan dengan alasan terdesak dan tidak ada dari tembakan mereka yang mengenai masyarakat, satu dari tuntutan itu sudah sangat mewakili, karena walau pun hukuman hanya 7 hari, namun itu berpengaruh juga pada penundaan pangkat,” ujarnya.

Terpisah,  AKBP R Jarod Padakova mengatakan, sidang disiplin ini terkait pasca kerusuhan Muara Rumpit. Polda sumsel melaksanaakan sidang disiplin perdana kepada anggota sebanyak 21 anggota yang terperiksa secara meraton akan dilakukan. “Dalam hal ini Polda Sumsel dihadapkan dengan tiga persidangan yaitu sidang disiplin,sidang kode etik dan sidang  pidana,” kata perwira bermelati tiga itu.

Untuk pidana, lanjutnya, saat ini masih daalam porses, dan pihaknya belum dapat menyebutka namanya lantaran masih dugaan, Dan saat ini sudah diambil ketarangan jika memang nanti telah menjadi tepidana maka dirinya akan segera menginformasikan.

“Kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap ke tiga anggota tersebut. Lantaran ni baru dugaan. Sementara untuk sidang kode etik juga akan di selengarakan, yang akan disidangkan berinisial  AKBP B dan tidak lama lagi sidang kode etik akan juga kita gelar,” tutupnya.

Teks    : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster