SDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat

 248 total views,  2 views today

Oleh SARONO P SASMITO

SEPERTI  yang diprediksi banyak pihak bakal adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan menyulut penolakan dari masyarakat. Kondisi seperti itu juga terjadi dan dirasakan di Palembang.  Kamis (23/05) kemarin , ratusan ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) Sumatera Selatan melakukan demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang direncanakan diberlakukan Juni 2013.

Ratusan peserta demo yang mayoritas ibu rumah tangga tersebut mendatangi Kantor Pemerintah Provinsi Sumsel di Palembang. Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumsel Mahmud  Jamhur mengatakan, aksi yang dilaksanakan secara damai tersebut  untuk menyampaikan tuntutan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan  Juni mendatang. Mereka menolak kenaikan harga BBM tersebut karena sangat berpotensi menyengsarakan rakyat.

Kita mengetahui setiap kali terjadi kenaikan harga BBM pasti akan diikuti oleh harga barang-barang kebutuhan lain yang akan melambung tinggi. Kondisi seperti itu jelas terjadi juga di Palembang. Apalagi saat ini ketika harga bahan bakar minyak belum naik pun harga-harga kebutuhan pokok pun sudah mulai merangkak naik.

Kondisi seperti itu jelas memerangkap para ibu rumah tangga dan kepala keluarga pada kesulitan demi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara berkepanjangan. Hal ini karena kenaikan harga BBM akan memberatkan masyarakat yang ada termasuk di Sumsel. Padahal dalam konteks kenegaraan dari para pendiri Negara ini yang kemudian mengamanahkankan dalam Undang Undang Dasar 1945 mengamanahkan bahwa air dan  sumber daya alam  yang ada di Negara ini  yang  cukup besar seharusnya ketika dikelola berdasarkan azas Islam, sumber daya alam (SDA) tersebut  dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat. Padahal bila kita mengemban amanah itu sebaik-baiknya maka upaya untuk mewujudkan  kesejahteraan masyarakat akan semakin baik lagi. Sebagaimana  kita ketahui, pemerintah merencanakan menaikkan harga BBM berupa bensin atau premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter.

Alasan pemerintah menaikan harga BBM itu bertujuan untuk mengurangi beban subsidi yang sudah sangat besar.

Padahal di luar alas an-alasan tersebut kita melihat berkaitan dengan potensi minyak dan gas (migas) serta SDA lainnya pemerintah selalu salah urus. Akibatnya kekayaan Negara yang penting itu tidak dikuasai Negara dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat. Justru tak jarang yang akhirnya dikuras oleh Negara lain yang membuka usaha pertambangan di negeri ini.

Ketika hal itu terjadi, maka secara kasat mata kita telah tergadai. Kekayaan alam dikuras kemudian yang tertinggal di lingkungan kita dan sekitarnya adalah kerusakan alam yang tidak bias kita tolerir lagi. Sebab akibatnya langsung berhadapan dengan ancaman bagi nyawa manusia. Kondisi seperti itu yang baru saja melanda daerah-daerah di dekat kita seperti di Prabumulih beberapa waktu lalu. Semburan lumpur panas itu menyengsarakan rakyat.

Melihat kondisi ini kita mengharapkan agar pemerintah jangan bertindak gegabah  dan melakukan salah kelola lagi. Sebab jika hal itu terjadi, maka dari hari ke hari maka kita bukannya mengarahkan ke perbaikan keadaan tapi justru sebaliknya kehidupan kita baik secara ekonomi maupun lingkungan akan makin terancam Moga kondisi ironis ini menjadi perhatian kita bersama, baik pemerintah dan rakyat dengan segala lapi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster