Ilustrasi | Ist

Jurnalis Dihajar Dua Oknum Guru

 177 total views,  4 views today

kekerasan-jurnalis

(ist)

INDRALAYA,-Kekerasan menimpa awak media kembali terjadi. Kali ini menimpa Edi Lestari (25), wartawan Ogan Ilir Ekspres (Ogie), media lokal di Kabupaten Ogan Ilir. Dengan menahan rasa sakit di kepala, Edi memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres OI, Kamis (23/5), sekitar pukul 11.00 WIB.

Kedatangan  warga Dusun II, Desa Naikan Tembakang, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir ini untuk melaporkan kejadian yang menimpanya yakni di hajar dua oknum guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS), SDN 9 Pemulutan Selatan, yakni Dahlan dan Fery, warga yang sama dengan korban, Rabu (22/5), malam.

Akibat kejadian tersebut, Edi mengalami luka lebam dimukanya serta mengalami benjolan dikening. Bukan itu saja, jurnalis yang biasa meliput untuk wilayah Pemulutan ini diancam akan dibunuh oleh oknum guru tersebut jika berani mendatangi sekolah tersebut.

Informasi yang diperoleh dari korban, Rabu pagi, korban mendatangi sekolah tersebut untuk mengklarifikasi adanya dugaan pemotongan tunjangan bagi guru sekolah terpencil sebesar Rp 1,5 juta.

Korban diterima langsung oleh Kepsek SDN 9 Pemulutan Selatan, yaitu Jamila dan berkomentar jika isu pemotongan tunjangan tersebut tidak ada sama sekali. Mendapat keterangan itu, korban langsung pamit dan meninggalkan sekolah tersebut dan selanjutnya melaksanakan tugas jurnalisnya dan sempat singgah di kantor di Kota Indralaya.

Lantaran sudah sore, korban lalu kembali ke rumah yang letaknya tidak jauh dari SDN 9 Pemulutan Selatan. Sayangnya, belum sempat sampai dirumah, korban dihadang oleh dua orang oknum guru TKS, yakni Dahlan dan Fery yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.

Saat itu, korban dan dua oknum guru tersebut bersitegang dan keluar bernada ancaman akan dibunuh. Tiba-tiba, korban yang masih berada di atas motor langsung dihajar oleh dua oknum guru tersebut secara bergantian dan korban pun tidak berdaya.

Usai melampiaskan amarahnya, korban langsung di suruh pulang oleh keduannya dengan keadaan luka di muka dan kepalanya.

Merasa tidak senang dengan perlakukan kedua oknum guru tersebut, Kamis (23/5), sekitar pukul 10.30 Wib, kemarin, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Ogan Ilir, dengan LP:TBL/B-241/V/2013/Sumsel/RES OI

Saat ditemui di ruang SPKT, Polres OI, Edi menjabarkan, dirinya hanya mengonfirmasi adanya dugaan pemotongan tunjangan guru yang dilakukan pihak kepala sekolah.

“Saya Cuma mau mengkonfirmasi uang tunjangan. Informasinya, guru mendapat uang tunjangan Rp 1,5 juta perbulan. Lalu diambil pada triwulan seluruhnya Rp 4,5juta. Informasinya ada dugaan potongan Rp 1,5 juta jadi guru tersebut menerima tunjangan tersebut dalam tiga bulan yakni Rp 3juta,” bebernya.

Ia menambahkan, dugaan potongan uang tunjangan tersebut informasinya untuk administrasi. “Saya tidak tau administrasi apa, makanya saya konfirmasi. Setelah itu saya cari berita lagi. Saat pulang baru dihadang dan dihajar berdua. Mereka (pelaku –red) bilang kenapa tanya-tanya masalah itu,” ujarnya.

Disinggung ada ancaman, Edi menjelaskan, pelaku akan mencoba membunuh dirinya jika suatu saat nanti datang kembali dan menanyakan masalah tersebut. “Awas kamu macam-macam, nanti aku bunuh,” tutur Edi menirukan ucapan pelaku.

Kepala Sekolah SDN 9, Jamila saat dihubungi via selular mengakui, jika Edi wartawan Ogan Ilir Ekspres, mendatanginya untuk konfirmasi. “Tapi kalau masalah ada oknum guru keroyok Edi saya tidak tahu itu,” singkatnya.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Edi Rahmat Mulyana Sik mengakui, bahwa Edi Lestari, seorang jurnalis melapor kejadian yang menimpa dirinya. “Ya, ada wartawan melapor. Kedua guru itu akan kita panggil segera mungkin,” singkatnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Mustaqiem Eska





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster