Dana BOS Tak Beres

 259 total views,  2 views today

PALEMBANG KS-Sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2013 tercatat  sebanyak Rp 100 miliar. Untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tsanawiyah sebanyak Rp 36 miliar dan Ibtidiyah sebanyak Rp 31,8 miliar. Walau begitu, penyaluran dana BOS ini dinilai gagal karena sistim pencairannya tak beres.

Menyoal lebih jauh soal dana BOS, RA Anita Noeringhati, Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (22/5) menyampaikan, diperkirakan penyaluran dana BOS baik untuk Madrasah swasta maupun negeri cair pada Mei 2013 ini.

Guna memastikannya, sebut Anita, pihaknya bahkan telah mendatangi Kementerian Agama (Kemenag) mempertanyakan kemacetan dana BOS tersebut.

“Dua hari lalu, kami datang ke Kemenag untuk menanyakan penyaluran dana BOS ini. Maka, disepakatikalah untuk Dipa madrasah negeri langsung ke rekening sekolah yang bersangkutan. Sedang, madrasah swasta lewat Kantor Wilayah Kemenag Sumsel,” demikian kata Anita.

Tutur Anita, dana BOS ini terbagi menjadi dua bagiak ada untuk Tsanawiyah dan Ibtidaiyah. Siswa Tsnanawiyah memeroleh dana sebanyak Rp 720.000 per siswa per tahunnya. Anak Ibtidaiyah sebanyak Rp 570.000 per anak per tahun.

“Dan, dana itu nantinya akan dicairkan menjadi empat tahap,” ujarnya singkat.

Lanjut Anita, bagi siswa madrasah swasta, dana BOS ini digunakan untuk membayar honor guru. Pihak Anita berpesan sekiranya Dipa keluar, maka kanwil Kemenag Sumsel segera mendistribusikan dana BOS ke sekolah bersangkutan. Sebab, dana ini sangat diperlukan sebagai operasional sekolah.

“Kita lihat penyalurannya memang terjadi kemacetan. Karena itu, dana BOS itu dicairkan per triwulan dan nantinya kemungkinan dirapel untuk dua termin sekaligus,” ucap Anita.

Ahmad Fauzi, Kepala Bidang Mapenda Kemenag Sumsel menyebutkan, hingga saat ini proses pencairan dana BOS di lingkungan Kemenag akan cair Mei tahun ini.

Macetnya pencairan dana BOS ini, menurut Anita, adalah disebabkan masalah pencairan dana BOS di lingkungan kemenag bukan karena ditahan kakanwil. Namun, memang disebabkan anggaran dari pusat belum dicairkan.

“Orang kemenag menyangkal apabila dana BOS itu kami tabung untuk deposito. Karena dana itu dari pusat langsung masuk ke kas kantor kemudian di transfer ke sekolah masing-masing tanpa melalui kas pribadi siapapun. Kini berbagai upaya telah dilakukan supaya dana yang hingga kini masih dibintangi DRP RI bisa segera dicairkan. Dan,  Insyaallah pekan ini akan cair,”  jelas Fauzi.

TEKS : AMINUDDIN.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:ISTIMEWA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster