Terpidana Mati Lolos Dari Hukuman Mati

 319 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Fauzan, tersangka pembuhuhan sadis terhadap kakak-beradik di kawasan Hotel Mentari, Kecamatan Sukarami Palembang, yang sudah dijatuhi hukuman mati, lolos dari  tim regu tembak Polda Sumsel.

Upaya banding yang dilakukan terpidana mati itu tidak sia-sia, sebelumnya ia sudah dijatuhi hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim PN Palembang beberapa waktu lalu, kini selamat dari ancaman tim regu tembak Brimob Polda Sumsel.

Kini hukuman tersangka pembuhana sadis yang menewaskan kakak beradik Mayang (10) dan Rezi (3) karena dendam kepada ayah mereka, Zam, berubaha menjadi menjadi kurungan penjara seumur hidup. Semua atas keputusan dari majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Palembang.

“Bagi hakim PT Palembang, vonis Fauzan dari PN Palembang terlalu berat. Mereka pun memiliki pandangan berbeda terhadap kasus yang dijalani Fauzan dan menerima banding hukuman untuk terdakwa,” ujar Kepala PN Palembang, Ali Makki SH MH, melalui Humas PN Palembang, Posma Nainggolan.

Sebelumnya, Posma membenarkan telah menerima keputusan dari PT Palembang terkait banding yang diajukan Fauzan bersama penasehat hukumnya yang datang dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Palembang.

Karena dinilai vonis dari majelis hakim, yang saat itu diketuai oleh Diris Sinambela SH, terlalu berat, majelis hakim PT yang diketuai Muljadi SH menurunkan hukuman untuk Fauzan menjadi kurungan penjara seumur hidup.

Dijelaskan Posma, yang berubah dari vonis majelis hakim PN Palembang hanya hukuman saja. Pihak  PT Palembang menilai, pasal 340 KUHP yang dijeratkan kepada Fauzan sudah benar dan sesuai dengan tindak pidana yang ia jalani. Namun, hukuman mati untuk Fauzan dinilai terlalu berat dan hanya pantas dikurung penjara seumur hidup.

“Kami menerima banding dari penasehat hukum Fauzan pada 16 April 2013. Adapun hasil keputusan PT Palembang kami terima pada 8 Mei 2013. Nomor keputusannya adalah PT Nomor 44/PID/2013/PT PLG,” katanya.

Meski banding sudah diterima PT Palembang dan tidak jadi divonis hukuman mati, Posam mengabarkan Fauzan dan penasehat hukumnya masih berniat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI. Hanya saja, kapan pastinya kasasi diajukan, Posma masih belum tahu.

“Yang pasti, 14 hari dari keputusan PT Palembang, harus sudah ada pengajuan kasasinya. Kami sendiri belum menerima adanya pengajuan kasasi dari pihak Fauzan,” pungkasnya.

Teks     : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster