ROMI-HARNO AKHIRNYA MENANG

 367 total views,  2 views today

   romi-harno

Ketenangan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana Wali Kota Palembang yang dimenangkan KPU Kota Palembang, kembali terusik. Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) yang di ketuai Aqil Mochtar, kemarein, Senin (20/5) membatalkan keputusan KPU Kota Palembang.

Keputusan MK ini sudah pasti mengagetkan publik, terutama para pendukung pasangan Sarimuda-Nelly. Sebab, hampir semua pihak tak menduga jika MK mengeluarkan keputusan yang jauh dari harapan bagi para pendukung Sarimuda-Nelly. Tapi fakntanya, pasangan Romi-Harno diputuskan telah memenangi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Palembang.

Kini, kemenangan pasangan Sarimuda-Nelly dalam Pemilukada Kota Palembang seperti yang diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, telah dibatalkan. Konsekuensinya, KPU Kota Palembang punya kewajiban menjalankan keputusan MK, sebagaigamana yang tertera dalam putusan MK.

Putusan ini dikeluarkan, setelah sembilan majelis hakim MK yang di ketuai Aqil Mochtar, Senin (20/5) membatalkan keputusan KPU Kota tentang rekapitulasi suara hasil Pemilukada Kota Palembang dan keputusan KPU Palembang tentang penetapan pasangan terpilih.

Dalam putusannya nomor 42/PHPU/D.XI/2013 tersebut, majelis hakim mengabulkan permohonan pasangan Romi Herton-Harnojoyo (RH) yang keberatan terhadap hasil rekapitulasi suara di 5 tempat pemungutan suara (TPS) yakni TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, TPS 5 Kelurahan Talang Semut, TPS 3 dan 13 Kelurahan Sukajaya.

“Majelis hakim sudah memeriksa bukti yang diajukan pemohon dan termohon serta bukti pembanding di 5 TPS tersebut. Hasilnya ada ketidak sesuaian, ada perubahan dan hasil rekap yang tidak terbaca dengan jelas,” kata salah seorang anggota majelis hakim MK membacakan amar putusan.

Di TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, hasil perhitungan ulang yang dilakukan MK ada empat surat suara yang dianggap tidak sah karena dicoblos terlalu besar dan tidak menggunakan alat dari KPU.

Tetapi menurut MK, sepanjang itu tidak keluar dari surat suara maka tetap dianggap sah. Sehingga dua surat suara untuk pasanggan RH dan satu surat suara untuk pasangan Sarimuda-Nelly (SN) dikembalikan.

“Di TPS 5 Kelurahan Talang Semut, hasil perhitungan ulang dilakukan MK ada perbedaan antara hasil rekap PPS dan perhitungan ulang. Begitu juga di TPS lainnya, sehingga dibatalkan,” kata majelis hakim MK.

Dari semua saksi dan bukti yang sudah diperiksa, MK memutuskan perubahan suara di lima TPS. Di TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, pasangan nomor urut 1 sebanyak 44 suara, pasangan nomor urut 2 sebanyak 155 suara dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 71 suara.

Di TPS 5 Kelurahan Talang Semut, Pasangan nomor urut 1 sebanyak 63 suara, pasangan nomor urut 2 sebanyak 137 suara dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 56 suara.

Di TPS 20 Kelurahan Talang Aman, pasangan nomor urut 1 sebanya’ 48 suara, pasangan nomor urut 2 sebanyak 93 suara dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 73 suara.

Sementara di TPS 3 Kelurahan Sukajaya untuk pasangan nomor satu sebanyak 18 suara, pasangan nomor 2 sebanyak 62 suara dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 162 suara.

Terakhir di TPS 13 Kelurahan Sukajaya, pasangan nomor satu 13 suara, pasangan nomor 2 sebanyak 76 suara dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 190 suara.

“Sehingga total suara untuk hasil pemilukada Palembang, pasangan nomor satu Mularis Djahri-Husni Thamrin sebanyak 97.806 suara. Kemudian pasangan nomor urut 2 RH sebanyak 316. 919 suara dan pasangan nomor urut 3 SN sebanyak 316.896 suara,” kata Ketua Hakim MK, Aqil Mochtar.

“Memerintahkan KPU Kota Palembang, untuk merubah keputusan KPU Palembang tetap hasil rekapitulasi suara dan SK KPU Palembang tentang penetapan pasangan terpilih,” tegasnya.

Cawako Palembang Romi Herton kepada wartawan mengatakan, ia sudah menunjukkan kebesaran jiwa dengan tetap menerima putusan KPU Kota Palembang. “Sebenarnya banyak temuan, yang bisa kami sampaikan ke MK. Masyarakat Palembang diminta tetap tenang, bekerja sebagaimana biasanya. Cermati keputusan ini, sebagai suatu hikmah,” ajak Romi.

Sementarta itu, Hamzah Sya’ban, salah satu Tim pemenangan pasangan Sarimuda-Nelly , , tidak mau memberikan komentar. “Nantilah, semuanya kami serahkan ke kuasa hukum,” ujarnya.

Kuasa hukum KPU Kota Palembang, Alamsyah Hanafiah menjelaskan, putusan MK ini akan ditindaklanjuti dengan merubah SK KPU sebelumnya. “KPU segera merubah rekapitulasi yang sudah ditetapkan, dan merubah SK tentang penetapan pasangan calon terpilih,” ujarnya.

Namun kata Alamsyah, itu belum final. Sebab pasangan Sarimuda-Nelly masih bisa mengajukan gugatan ke MK, setelah ada putusan MK tersebut.

TEKS       : DICKY WAHYUDI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster