Perang Klasik ala Cagub Sumsel

 234 total views,  2 views today

PALEMBANG | KS-Kesejahteraan rakyat. Kata-kata keramat yang bernuansa klasik ala calon pemimpin di Bumi Sriwijaya ini nampaknya, menjadi senjata ampuh bagi empat pasang Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk “mengguna-gunai” hati rakyat.

Jika terpilih menjadi pemimpin lima tahun ke depan Empat pasang Cagub dan Cawagub Sumsel memiliki satu suara; akan mensejahterakan rakyat. Demikian dikemukakan keempatnya dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel tentang Penyampaian Visi dan Misi Cagub dan Cawagub Sumsel periode 2013-2018.

Penyampaian visi dan misi yang difasilitasi DPRD Sumsel ini berjalan tertib dan semarak dan masing-masing kandidat diberi waktu maksimal 20 menit guna memaparkan visi dan misinya, berdasarkan nomor urut pasangan.

Untuk pasangan nomor urut 1, Eddy Santana Putra – Anisja Djuita atau Wiwiet Tatung (ESP WIN) mendapat kesempatan pertama memaparkan visi dan misinya. Dalam kesempatan itu, visi yang ditawarkan pasangan ini adalah ‘Menuju Sumsel Cerah’, artinya Sumsel yang lebih Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

Agar bisa terwujud, kata ESP, dibutuhkan peningkatan di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, apabila terpilih akan diluncurkan tiga kartu yaitu kartu Sumsel Cerdas, kartu Sumsel Sehat dan kartu Sumsel Sejahtera.

“Kartu Sumsel Cerdas peruntukkannya di bidang pendidikan, kartu Sumsel Sehat peruntukkannya di bidang kesehatan. Kartu ini menganut sistem online, yang artinya bisa digunakan dimanapun. Dengan kartu ini, misalnya warga Lahat bisa berobat di Palembang, sementara untuk kartu Sumsel Sejahtera, diperuntukkan membantu ekonomi keluarga,” urai Walikota Palembang ini.

Pasangan nomor urut 2, Iskandar Hasan – Hafisz Tohir yang mendapat kesempatan kedua, memiliki visi ‘menuju Sumsel Baru’ yang makmur, sejahtera dan berkeadilan. ‘BARU’ artinya, Bersih, Aman, Religius dan Unggul.

Untuk mewujudkan Sumsel Baru ini, kata Iskandar, perlu dilakukan pembaharuan dan perubahan untuk Sumatera Selatan lebih maju, diantaranya, dalam kualitas dan profesionalitas aparatur mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat desa dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang transparan. Kemudian, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat yang bermutu dan bebas biaya (gratis), guna mewujudkan Sumsel Sehat.

Lanjutnya, kualitas pelayanan pendidikan masyarakat yang bermutu dan bebas biaya guna mewujudkan Sumsel Unggul. Lalu, penanggulangan pengangguran dan menekan tingkat kemiskinan secara terpadu dan terprogram. Kemudian, optimalisasi manfaat sumber daya alam energi dan non energi untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat. Pembangunan dan optimalisasi infrastruktur untuk kemudahan aksesbilitas, keamanan dan kemajuan daerah.

“Lalu meningkatkan investasi, kewirausahaan serta memberikan kemudahan akses ke pendanaan guna meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, pasangan nomor urut 3, Herman Deru – Maphilina Boer (DerMa) juga berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat, ini terlihat dari visi dan misi yang diusung yakni Sumsel Unggul.

Kata Herman Deru, untuk mencapai masyarakat sejahtera dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengelola kekayaan sumber daya alamnya secara arif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang.

Sementara pengertian Unggul kata Deru, yakni Sumsel memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul, memiliki rancangan pembangunan pertanian, perkebunan dan peternakan yang unggul dan berkelanjutan, memiliki sumber daya alam (SDA) terutama yang berkaitan dengan kekayaan tambang yang memungkinkan Sumsel sebagai daerah lumbung energi nasional yang unggul.

“Kemudian, memiliki identitas kultural yang unggul dan memiliki pemerintahan yang unggul,” beber Deru.

Dalam kesempatan itu, Deru juga memaparkan program unggulan untuk lima tahun kedepan yakni, bedah 100.000 rumah warga miskin, alokasi stimulan percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan Rp 100 juta perdesa pertahun, pembenahan mutu sekolah gratis dan pelayanan berobat gratis yang berkeadilan, pemberian beasiswa kuliah bagi anak petani, nelayan, buruh dan pekerja informal lainnya yang kurang mampu.

“Kemudian, perlindungan lahan pertanian dan perkebunan rakyat, peningkatan dan perluasan dokter desa, pemberdayaan dan peningkatan ekonomi ibu rumah tangga dan perlindungan kelompok rentan, peningkatan jaringan infrastruktur dan jembatan yang berkualitas, mendorong pelayanan publik yang cepat dan bebas korupsi dan perluasan pos keamanan terpadu di wilayah rawan kejahatan,” beber Deru.

Berikutnya, pasangan nomor urut 4, Alex Noerdin – Ishak Mekki membawa visi misi Sumatera Selatan Sejahtera, Lebih Maju, dan Berdaya Saing Internasional. Alex juga mengklaim dalam lima tahun ini, Sumsel sudah mengalami kemajuan pesat, hal ini dapat dilihat dari peningkatan sumber daya alam yang bisa terlihat dengan kemajuan daerah Jakabaring.
Dalam paparannya juga, calon incumbent ini mengatakan, pembangunan tahun 2013-2018 beberapa diantaranya mewujudkan program-program yang sebelumnya belum seutuhnya tercapai, seperti perwujudan kawasan Tanjung Api-Api, pembangunan beberapa paket jalan tol (Palembang-Inderalaya) dan pemantapan jalan provinsi tahun 2014 yang sudah masuk dalam RKPD 2014 dengan alokasi anggaran Rp 1,5 triliun.

“Atas dasar beberapa hal ini, sasaran pembangunan provinsi Sumsel 2013-2018 adalah percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga sekitar 2-3 persen pada akhir 2018. Dalam bidang pendidikan sasaran pembangunan ditujukan meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatkan mutu dan kompetensi pendidikan,” beber Alex.

Pada bidang kesehatan kata Alex, peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sasaran dalam bidang pangan, terciptanya kemandirian di bidang pangan ditandai dengan meningkatnya ketahanan pangan rakyat. Di bidang energi, membangun ketahanan energi dengan mencapai diversifikasi energi, meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

“Dan dalam bidang lingkungan hidup, sasaran yang hendak dicapai adalah perbaikan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam, menekan laju kerusakan lingkungan, peningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dan di bidang infrastruktur, meneruskan pembangunan dan pasokan infrastruktur yang ditunjukkan oleh meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai prasarana penunjang pembangunan,” ungkap Alex.

Sementara itu, penyampaian visi misi ini berlangsung tertib dan semarak, beberapa tokoh Sumsel yang berkiprah di Pusat juga tampak hadir, seperti Ketua Komisi X DPRRI, Prof Mahyudin dan Dody Reza Alex, anggota DPD RI, Percha Leanpuri, bupati/walikota se Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur muspida.

Pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel akan dihelat, 6 Juni mendatang, serentak dengan pilkada empat kabupaten lainnya, yakni, pilkada Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Lahat, dan Empat Lawang.

Pilgub Sumsel ini diikuti empat kandidat, yang kesemuanya maju melalui partai politik. Pasangan Eddy Santana Putra – Wiwiet Tatung diusung dan didukung PDI Perjuangan, Barnas, PNI Marhaens dan PKPB. Kemudian pasangan Iskandar-Hafisz diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN dan PBR.

Pasangan Herman Deru – Maphilinda Boer diusung oleh gabungan 21 parpol yakni, Hanura, PKB, Gerindra, PPP, PPRN, Partai Republik Nusantara, PDP, Partai Kedaulatan, PDK, PKPI, PPI, Partai Patriot, PMB, PPNUI, PPDI, Partai Merdeka, PIS, PPPI, PKP, PKNU dan PNBK Indonesia. Dan pasangan Alex Noerdin – Ishak Mekki diusung Partai Golkar, Demokrat, PBB dan PDS.

TEKS        : ROMI RAMADONA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

alex-mekkieddi-tatungedi-mafilindaiskandar-hafiz





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster