Hino Segera Hadirkan 7 Varian Baru

 612 total views,  2 views today

hino

PALEMBANG| KS PT Persada Palembang Raya akan segera memperkenalkan 7 Varian barunya pada Juli mendatang. Ketujuh varian tersebut dibagi 2 segmen yaitu 4 varian di Cruising Ranger dengan mesin common rail dan 3 varian di segmen Ranger dengan mesin konvensional.

Untuk Cruising Ranger dengan mesin common rail adalah Hino 500 Super Cruising Ranger FG 240 JP, Hino 500 Super Cruising Ranger FG 240 JS, Hino 500 Jumbo Cruising Ranger FL 240 JW, Hino 500 Jumbo Cruising Ranger FM 285 JW.

Sementara untuk Ranger bermesin konvensional adalah Hino 500 Super Ranger FG 215 JP, Hino 500 Super Ranger FG 235 JS dan Hino 500 Jumbo Ranger FM 260 TH.

Purnomo As, Operation Manager, PT Persada Palembang Raya Maein Diler Hino Palembang mengatakan, hadirnya ke-7 varian ini nantinya dapat menghadirkan pilihan yang lebih banyak kepada masyarakat. “Kami menghadirkan 7 varian ini untuk memaksimalkan pilihan konsumen dari truk kargo ringan, medium dan berat,” Ungkapnya.

Dia pun optimis hadirnya 7 varian ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen. “Hino optimis truk-truk baru ini dapat memaksimalkan produktifitas konsumen, memaksimalkan perfoma konsumen, memaksimalkan efisisensi bahan bakar dan akhirnya dapat memaksimalkan keuntungan konsumen,” tutupnya.

SEJARAH HINO

Sejarah Hino di mulai pada tahun 1910 sebuah perusahaan Jepang asal Tokyo yaitu Tokyo Gas Industry Company ( TGIC ) mendirikan sebuah divisi di bidang otomotif untuk memenuhi ledakan ekonomi yang di iringi industrialisasi. Setelah berhasil membuat beberapa unit prototype, pada tahun 1918 Tokyo Gas Industry Company ( TGIC ) memulai memproduksi masal truk untuk di jual di pasaran. Truk pertama yang di buat Tokyo Gas Industry Company ( TGIC ) ini di beri label TGE A-Type. Truk ini langsung menarik minat para konsumen dan menjadi truk yang paling populer bahkan menjadi maskot selama beberapa tahun.

Mulai pada tahun 1930 banyak industri mobil yang sejenis melakukan konsolidasi seiring pesat nya laju perindustrian. Tokyo Gas Industy Company  ( TGIC ) pun tidak mau ketinggalan sehingga TGIC melakukan kerja sama dengan dua industri otomotif lainnya yaitu Automobile Industry Company, Ltd dan Kyodo Kokusan K.K ( Kabushki Kaisha ) pada tahun 1937. Ketiga perusahaan ini bergabung menjadi satu dengan nama Tokyo Automobile Industry Company.

Pada tahun 1941 seiring dengan penjajahan Jepang terhadap China dan embargo dari Amerika, Tokyo Automobile Industry Company berubah menjadi suplier mesin perang dan berubah nama menjadi Diesel Motor Industry Company, Ltd. Ahirnya pada tahun 1942 perang antara Jepang dan Amerika tidak dapat terhindarkan dan Diesel Motor Industry Company, Ltd pecah menjadi dua, Pecahan pertama masih memakai nama lama yaitu Diesel Motor Industry Company, Ltd. yang sekarang kita kenal dengan Izuzu Motor sedangkan pecahan yang kecil menjadi Hino Heavy Industry Company, Ltd.

Mulai pada tahun 1942 lah Hino Mulai berdiri mandiri dengan nama Hino Heavy Industry Company, Ltd. yang sampai sekarang masih berkembang dengan pesat. Pada Tahun 1952 Hino mengeluarkan produksi pertamanya yaitu Blue Ribbon. Bis Blue Ribon ini menganut disain Eropa dengan mesin tertanam di lantai. Seiring dengan pesat nya perkembangan pada tahun 1959 Hino Heavy Industry Company, Ltd. mengubah namanya menjadi Hino Motor Ltd. dan melakukan kerja sama dengan Toyota membuat Sedan Contesa ( Hino Samurai ) dan dengan Renault membuat Renault 4CV. Hino Contessa memenangkan kejuaraan megah di grand prix, Sedan Ras kelas C 9th di Califonia, Amerika. Nama team di grand prix itu adalah Tim Samurai sehingga sedan contesa lebih terkenal dengan nama Hino Samurai. Pada tahun 1964 Hino mengeluar kan produk nya yang terkenal Hino Ranger dan pada tahun 2001 Hino menjadi anak dari perusahaan besar Toyota.

TEKS      : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster