Harumnya Buku Bekas

 193 total views,  2 views today

buku-bekas

Ilustrasi Buku Bekas | Foto : Dok KS

PALEMBANG KS- Menjamurnya toko buku di Kota Palembang tidak membuat sebagian penyedia buku bekas surut langkah. Kini, aroma buku bekas masih cukup harum.

Suasana tawar-menawar harga buku pun masih terlihat di Jalan KH Faqih Usman, Kota Palembang. Persis di belakang Mesjid Agung ini, beberapa pelajar dan mahasiswa saling berebut buku di lapak Jul—penjual buku bekas sejak belasan tahun ini. Usai kata sepakat harga bertemu, Jul pun akhirnya menyerahkan buku yang dicari pelanggannya.

“Ya, beginilah kalau sedang ramai. Biasalah kan si pembeli maunya harga lebih murah. Aku biasanya ambil keuntungan Rp 5.000 per buku yang terjual,” demikian kata Jul kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Senin (20/5) di lapaknya.

Agaknya hari itu Jul bisa tersenyum. Betapa tidak. Sebelum siang menjemput petang, ia kedatangan pembeli sebanyak puluhan orang. Otomatis uang yang Jul raup cukup membengkak.

“Jika dirata-rata penghasilan dari buku bekas ini sebanyak Rp 100.000 per hari,” cetus lelaki berpostur sedikit gemuk ini.

Menjadi penjual buku bekas sepertinya sudah menjadi pilihan hidup dari seorang Jul. Dalam membesarkan usaha yang terpenting bagi Jul adalah berusaha menyajikan jenis buku-buku yang banyak dicari konsumen. Selain itu jelas harganya tetap miring dibanding buku di pertokoan.

“Di sini ado galo jenis buku. Totalnya sebanyak 1.000 buah buku. Ado untuk anak taman kanak-kanak, anak sekolah dasar, buku mahasiswa, dan banyak lagi jenis buku lainnya,” Jul setengah berpromosi.

Ucap Jul, sampai kapanpun buku bekas akan tetap dicari banyak orang. Alasannya, harganya yang miring.

“Misalnya, untuk buku mahasiswa kalau di toko harganya sampai Rp 100.000 bahkan lebih, tapi di tempat aku cuma paling mahal Rp 40.000. Soal kualitas dijamin bagus,” terang Jul.

Cerita Jul, saat awal berdiri ia kebingungan dalam memasarkan  buku yang disediakan. Apalagi, sistem penjualan buku secara online marak di mana-mana.

“Dulunya aku pikir siapa yang bakal membeli buku bekas. Ya, tapi lama-lama kok aku bisa mencari uang dari usaha semacam ini,” katanya.

Tak jauh dari lapak Jul, ada penjual buku bekas lainnya bernama Bambang. Kata Bambang, meraup uang dari buku bekas tidak memiliki risiko dan kendala yang berarti.

“Persaingan juga tidak ada. Sebab, kami penjual buku bekas di sini bekerjasama satu sama lain,” kata Bambang.

TEKS       : SITIHAWA

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster