BBG Masih Sepi Peminat

 278 total views,  2 views today

bbg

PALEMBANG KSUpaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam mengendalikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), dipandang sebagai saat yang tepat bagi pemerintah dalam mengoptimalkan program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumsel Alpis Pardin mengatakan, pemberlakuan dua harga untuk BBM bersubsidi akan membangkitkan kembali penggunaan compressed natural gas (CNG). karena harga CNG di wilayah Sumsel saat ini masih di bawah harga BBM bersubsidi.

“Kalau harga BBM bersubsidi Rp4.500 per liter dan akan dinaikan menjadi Rp6.500 per liter, otomatis pemakaian CNG dapat hidup lagi, saat ini harga CNG masih berada di angka Rp3.100,” katanya

Sambung Alpis, jika pihaknya telah mendapatkan info dari pemerintah pusat jika akan menambah jumlah SPBG terkait akan pencabutan subsidi BBM akan tetapi pihaknya belum menerima keterangan, siapa yang bakal ditunjuk untuk mengelola SPBG tersebut.
“Kami berpendapat ada baiknya pemerintah menunjuk organisasi seperti Hiswana Migas untuk dipercaya sebagai pengelola SPBG tersebut. Karena anggota Hiswana Migas sendiri terdiri dari pengusaha yang memang telah bergerak di bidang bahan bakar dan gas,”terangnya.

Lebih jauh Alpis menjelaskan, saat ini anggota Hiswana Migas sumsel sudah banyak yang berencana untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), sepanjang 2013 ini. Namun,kami belum menargetkan jumlahnya secara rinci. Selain itu, kami juga menyarankan agar pemerintah juga mampu memberikan izin agar lokasi SPBG dapat di gabung satu tempat dengan SPBU, karena ini semua bisa lebih mengefisienkan biaya untuk pembangunan sebuah SPBG.

“Jika SPBG dapat digabungkan dengan SPBU, bisa lebih efsien, namun jika pemerinah pusat menunjuk organisasi lain dan penempatan lokasi SPBG berdekatan dengan SPBU maka hal tersebut akan berdampak negatif terhadap konsumen pengusaha SPBU, sebab dengan harga yang lebih murah maka lama kelamaan masyarakat akan berpindah menggunakan bahan bakar gas,” katanya.

Masih kata Alpis, disisi lain SPBG Masih Minim Peminat, salah satu dari empat SPBG CNG milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang ada di Kota Palembang misalnya, sudah mulai beroperasi sejak awal Maret lalu.

“SPBG dengan nomer registrasi 21.B.301.101 yang erletak di jalan R Suekamto itu kini masih terlihat sepi dari aktifitas pengisian bahan bakar kendaraan,”ujarnya

Sementara Arpan, Pengawas Teknik SPBG tersebut mengatakan untuk minat masyarakat sendiri sebenarnya cukup besar untuk beralih ke BBG  “Akan tetapi mereka masih kesulitan dalam mendapati alat konverter kit sebagai alat dasar untuk kendaraannya,”tukasnya

TEKS       : ALAM

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster