Geng Motor dan Makanan Halal

 590 total views,  2 views today

geng-motor

Menilik perjalanan sejarah, lahirnya geng motor di Indonesia bukan baru kemarin sore. Sebab menurut sejumlah sumber, Geng motor di Jakarta sudah ada sejak tahun 1915. Namun ketika itu itu namanya Motorfietsrijders te Batavia. Tidak kalah dengan geng motor Amerika Serikat yang sudah terkenal sebelumnya. Menurut catatan Koninlijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde (KITLV), sepeda motor masuk ke Indonesia pertama kali dibawa oleh seorang berkebangsaan Inggris, John C. Potter pada tahun 1893.

Sementara pada 1906, Administratur Bantool (Bantul) di Yogyakarta kemudian juga mempunyai sepeda motor dan beberapa buah mobil. Pada masa itu, hanya orang Belanda dan Inggris dan sebagian disusul pribumi ningrat yang mempunyai kemampuan membeli sepeda motor pada masa-masa awal.

Dalam catatan lain, geng-geng motor di negeri ini sudah ada sejak tahun 1978. Geng motor Moonraker dan “M2R” namanya demikian melegenda saat itu. Dan ketika itu pula, Kota Bandung seakan menjadi lautan gangster yang demikian mendarah daging, seiring dengan maraknya geng motor & gangster di seluruh dunia, seperti di Jepang. Amerika, Korea tahun di era 70-an.

Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah mobil, sepeda motor pun terus bertambah. Lahirlah klub-klub touring sepeda motor, yang anggotanya adalah pengusaha perkebunan dan petinggi pabrik gula ketika itu. Dan sebuah realitas di era kekinian, ragam kasus kejahatan geng motor sangatlah meresahkan masyarakat yang ada di Indonesia, termasuk munculnya Klewang di Pekan Baru.

Dari sudut pandang sosiologi, geng motor merupakan kelompok sosial yang memiliki dasar tujuan yang sama atau asosiasi yang dapat disebut suatu paguyuban. Namun hubungan negatif dengan paguyuban yang tidak teratur, kemudian menimbulkan kecenderungan untuk melakukan tindakan anarkis.

Pada dasarnya kemunculan simbol geng, tradisi dan lain-lain itu, mengkonfirmasi bahwa masyarakat setempat mendukung perilaku tertentu. Bahkan juga bila diketahui hal itu termasuk sebagai perilaku menyimpang. Adanya dukungan sosial terhadap suatu penyimpangan, secara relatif, memang menambah kompleksitas masalah, sekaligus kualitas penanganannya.

Menyikapi hal ini, kita kemudian miris ketika melihat KUHP kita juga tidak memberi ruang sedikit pun untuk menyelesaikan kejahatan-kejahatan yang dilakukan anak selain melalui sistem peradilan pidana yang sering dikatakan selalu memberikan penderitaan kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya khususnya pelaku kejahatan baik pelaku dewasa maupun pelaku anak-anak dan remaja.

Padahal, satu point penting dalam peradilan anak adalah segala aktivitas harus dilakukan atau didasarkan prinsip demi kesejahteraan anak dan demi kepentingan anak itu sendiri tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat mengingat setiap perkara pidana yang diputus pengadilan tujuannya adalah demi kepentingan publik. Akan tetapi, kepentingan anak tidak boleh dikorbankan demi kepentingan masyarakat

Hal lain yang juga penting adalah, bagaimana memberikan fasilitas khusus kepada anak muda untuk mengekspresikan dirinya, termasuk kebut-kebutan. Dalam setiap pemberitaan selalu disebutkan pemerintah kurang tanggap terhadap para geng motor ini. Seharusnya pemerintah mengantisipasi keberadaan geng motor tersebut sebelum mereka menjalankan aksinya.

Oleh sebab itu, memberikan fasilitas memadai untuk penyaluran energi-energi remaja yang sedang tumbuh mekar ke arah yang positif menjadi hal yang wajib dilakukan. Sebab tanpa itu, akibat dari energi-energi yang sedang tumbuh kembang itu sering kali dilampiaskan dengan hal-hal yang negatif seperti tawuran dan geng motor.

Selain itu, menguatkan pengawasan dari orang tua juga menjadi bagian penting dari setioap orang dewasa. Sebab tanpa itu, anak-anak remaja yang merupakan produk dari orang dewasa tidak akan terdidik dengan baik. Untuk menjadikan generasi yang baik, mudah diatur dan menjadi generasi yang bermoral, seperti dikatakan salah satu pegiat agama Islam di Palembang Thontowi Jauhari, sejak dalam kandungan anak harus dimulai diberi makanan, tempat dan sandang yang halal. Sebab tanpa itu, proses pendidikan nilai-nilai kebaikan akan terhambat.**





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster