Aksi Brutal Anak Punk

 388 total views,  2 views today

Muaraenim | KS-Akis brutal berujung kekerasan yang dilakukan oleh anak punk nampaknya sudah  meresahkan dan kerap memakan korban.

Di Kabupaten Muaraenim, keberadaan anak punk dinilai sangat meresahkan masyarakat mulai dari pejalan kaki, pengguna kendaraan hingga pedagang pasar.

Tidak jarang, jika seseorang yang memiliki masalah dengan anak punk,  nyawapun taruhannya.

Hal itu seperti yang dialami Septa (23), warga Kopel Tangsi, Muaraenim. Septa babak belur dikeroyok segerombolan anak punk saat hendak melerai kawannya yang berkelahi.

Kejadian naas yang menimpa Septa terjadi di Pasar Inpres Muaraenim, Minggu (19/5) pukul 11.00 Wib. Akibatnya, bagian kepala dan muka Septa menderita luka robek  karena terkena pukulan kayu, batu, ikat pinggang besi dan pecahan botol.

Informasi yang didapat, aksi pengeroyokan tersebut bermula saat Wahyu, kawan Sapta mencoba menegur segerombolan anak punk lantaran membuat resah pedagang pasar.

Bukannya kabur, gerombolan anak punk itu malah berbalik marah dan menantang. Kalah jumlah, Wahyu lalu dikeryoyok dengan menggunakan barbagai benda.

Septa yang saat itu sedang makan dan berada tidak jauh dari kawannya berkelahi mencoba melerai. Naasnya, saat hendak melerai, Sapta justru terkena imbasnya.

Gerombolan anak punk menyerang balik Sapta dengan berbagai benda seperti kayu, ikat pinggang berkepala besi, batubata, pisau carter dan pecahan botol. Banyaknya jumlah anak punk membuat Sapta tidak berdaya.

Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan gerombolan anak punk ke tubuh Sapta membuat dirinya roboh dengan luka hampir disekujur tubuhnya. Sedangkan temannya Wahyu juga dikeroyok dan menderita luka robek di pinggang terkena pisau.

Warga lalu memberikan pertolongan kepada Wahyu dan Sapta tergeletak dengan bersimbah darah. Keduannya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan gerombolan anak punk lari menyelamatkan diri.

“Saya tidak tahu nama asli anak punk itu. Tapi ku denger mereka dijuluki Doyok Cs,” ungkap Sapta dihadapan polisi sambil menahan rasa sakit.

Saat kejadian, sambung Sapta, dirinya melihat kawannya ribut dengan gerombolan anak punk.

“Saya sedang makan, dan tiba-tiba mendengar suara keributan. Saya langsung melihat, ternyata teman saya (Wahyu) yang dikeroyok. Saya sebagai teman spontan ingin membantu, tetapi saya yang dikeroyok juga,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Muhamad Aris melalui Kasatreskrim AKP Jhon Lois Letedara, mengatakan, pihaknya sedang memeriksa korban dan saksi-saksi. Sedangkan pelaku anak punk sedang dalam penyelidikan.

“Kami ke lokasi anak punk itu sudah menghilang semua. Mudah-mudahan saja dapat,” ujar Kasatreskrim.

Teks : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster