Sekolah Dalam Rahim

 255 total views,  2 views today

Sabda Nabi Muhammad SAW

Artinya : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci maka orang tuanyalah yang dapat menjadikannya Yahudi, Nasroni atau Majusi”

– (Hr. Al-Bukhori).

Umat Islam saat ini perlu membentengi pendidikan anak sejak dalam rahim. Orang tua perlu menciptakan sekolah yang bertujuan mengarahkan anak kepada pemahaman akan Tuhan. Itu yang pertama. Karenanya,  dalam Islam setiap bayi yang lahir dianjurkan untuk diadzankan  dan diiqomatkan di kedua telinganya. Dan sangat dianjurkan bahwa yang melakukannya hendaklah bapak dari bayi itu sendiri. Hal ini sesuai perintah dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi.

Rasulullah pernah bersabda “ Siapa yang baru mendapat seorang anak, lalu diazankannya ditelinga kanan serta diiqamatkan pula ditelinga kiri, maka anak itu tidak akan diganggu oleh syaitan

Syamsuryadi Sahmin,P.hd, dosen Unsri, kepada Kabar Sumatera menjelaskan bahwa mengadzankan dan mengiqomatkan pada telinga anak saat lahir  mempunyai hikmat yang besar.

“Adzan dan iqomat pada kedua telinga bayi itu  adalah kalimah-kalimah suci. Kalimah kebesaran Allah, syahadah, serta seruan kepada solat. Kelak harapannya bagaimana anak dapat menyerap keimanan hingga ke lubuk kalbu si anak”.

Dan lanjutnya masih kata Syamsuryadi, Selain itu, kalimah ini juga berperanan sebagai menghalau iblis dan syaitan.

“Syaitan senatiasa merancang dan mencari peluang untuk menyesatkan anak Adam. Namun, azan dan iqamah amat ditakuti mereka. Maka tindakan melaungkan azan dan iqamah itu sebagai gendang perang dan perlawanan keras terhadap  syaitan supaya dia tidak mendekati anak itu” tambahnya.

Begitu pentingnya pendidikan dasar yang ada dalam keluarga ini, umat Islam perlu menguatkan pondasi syariat sebagai benteng keluarga. Hal ini diperlukan karena kunci ketahanan keluarga saat ini sedang menghadapi ancaman  yang kuat dari budaya Barat yang rusak.

Pendidikan pertama yang harus ditanamkan dan dibangun dalam keluarga Muslim adalah kekuatan tauhid.  Dengan kuatnya tauhid, seorang Muslim tahu jalan hidup antara yang haq dan yang bathil”katanya.

“Sedang keduanya, adalah menegakkan shalat lima waktu. Sebab orang yang memiliki tauhid pasti mengenal Allah Subhanahu Wata’ala. Dan orang-orang ini pasti takut meninggalkan shalat. Meninggalkan shalat adalah pintu pertama kemunkaran, orang yang kokoh tiang shalatnya pasti benci terhadap kemunkaran. Karena itulah apapun permasalahan masyarakat hanya bisa diselesaikan dengan pembangunan nilai-nilai akidah Islam. Dan tahap membangun ketahanan akidah itu harus dimulai dari lingkup keluarga.  Jika ada anggota keluarga sudah rusak budaya syariatnya maka akan berdampak pada kualitas keluarga itu sendiri” ulasnya.

Sekolah Dalam Rahim

 

Memang, proses pendidikan alias sekolah yang pertama kali adalah berangkat dari rakhim orangtua. Dan orangtua dalam sebuah keluarga merupakan lembaga pertama dan utama yang di kenal anak, hal ini di sebabkan karena kedua orang tuanyalah orang yang pertama di kenal anak dan diterimanya pendidikan, bimbingan, perhatian, dan kasih sayang yang terjalin antara kedua orang tua dengan anak-anaknya merupakan basis ampuh bagi pertumbuhan dan perkembangan psikis serta nilai-nilai sosial dan religius pada diri anak didik.

Di dalam keluarga anak didik mulai mengenal hidupnya. hal ini harus di sadari dan di mengerti oleh tiap keluarga. bahwa anak dilahirkan di dalam lingkungan keluarga yang tumbuh dan berkembang sampai anak melepaskan diri dari ikatan keluarga.

Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. suasana pendidikan keluarga ini sangat penting di perhatikan sebab dari sinilah keseimbangan jiwa dalam perkembangan individu.

 

Menurut Rakhmi Azizah,S.Si, guru pada sebuah sekolah Islam di Inderalaya, katanya tanggungjawab pengasuhan sebuah pendidikan adalah terletak pada orangtua. Dan orangtua harus bertangungjawab sepenuhnya untuk itu.

“Kehadiaran anak di dunia ini di sebabkan hubungan kedua orang tua, maka mereka yang harus bertanggung jawab terhadap anak. kewajiban orang tua tidak hanya sekedar memelihara eksistensinya untuk menjadikan kelak sebagai seorang pribadi tetapi juga memberikan pendidikan anak sebagai individu yang tumbuh dan berkembang”, katanya.

Masih menurut Rakhmi ia mengutip pada sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan tentang awal kesucian anak dan arah masa depan anak kelak akan menjadi apa.

“Seorang anak di lahirkan dalam keadaan tidak berdaya dan dalam keadaan ketergantungan dengan orang lain tidak mampu berbuat apa-apa bahkan tidak mampu menolong dirinya sediri ia dilahirkan dalam keadaan suci bagaikan kertas putih yang kosong sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW . Kurang lebih artinya : -Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci maka orang tuanyalah yang dapat menjadikannya yahudi, nasroni atau majusi-“, jelasnya.

Bagi orangtua, pada dasarnya terserah kepada orang tua untuk memberikan corak warna yang dihendaki terhadap anaknya. kenyataan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan seorang anak pada saat itu benar-benar tergantung pada orang tuanya. Orang tua adalah tempat menggantungkan diri bagi anak secara wajar.

Ustadz Tajuddin Arraniri, sebagai orangtua, sekaligus muballigh tinggal di Palembang mensyaratkan bahwa fondasi sebuah pendidikan keluarga adalah harus berangkat dari agama.

“Menurut Nabi untuk terbinanya situasi keluarga sakinah yang bernuansa islami, hendaklah menjadikan kriteria agama sebagai kriteria utama. Kegagalan pendidikan di rumah tangga akan berdampak cukup besar pada proses pendidikan anak selanjutnya”, katanya.

Begitupun dalam penanaman pendidikan anak secara Islam dalam keluarga, tujuan pendidikan agama dalam keluarga bagi Tajudin, hendaklah mengikuti tujuan pendidikan agama dalam Islam.

“Karena keluarga meskipun bukan lembaga formal oleh pemerintah boleh menyelenggarakan  pendidikan agama, Al-Qur’an dan Hadits juga telah mengisyaratkan agar orang tua mendidik anak-anaknya. jadi tujuan  pendidikan dalam keluarga tidak lepas dari tujuan pendidikan agama yang telah ditetapkan oleh Islam”, terangnya.

Teks        : Mustaqiem Eska

Editor    : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster