Juru Kunci Imbangi SFC

 200 total views,  2 views today

PALEMBANG | KS-Juara bertahan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Sriwijaya FC (SFC) gagal meneruskan tren kemenangan. Setelah pada tiga pertandingan sebelumnya selalu mampu mengemas poin penuh, Kamis (16/5) kemarin petang, Laskar Wong Kito gagal menaklukkan tim juru kunci ISL, Persidafon Dafonsoro usai kedua tim bermain imbang 1-1.

Bahkan, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) tersebut, SFC sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-17. Sebelum akhirnya gol penalti Herman Dzumafo Epandi lima menit berselang mampu menyamakan kedudukan.

Pelatih SFC, Kas Hartadi mengatakan jika timnya gagal memetik kemenangan karena banyak peluang yang terbuang sia-sia. Paling tidak ada lebih dari lima peluang emas yang gagal berbuah gol. “Instruksi pada pertandingan hari ini tidak berjalan sesuai mestinya. Banyak peluang yang terbuang dan banyak miss komunikasi yang terjadi,” kata Kas.
Dia menambahkan, lebih dari itu pertahanan tim lawan juga cukup disiplin. “Persidafon bermain sangat rapat dan disiplin hingga semua peluang mentah. Kecuali penalti,” sambungnya.

Sementara Manajer Persidafon, Giri Wijayanto mengungkapkan cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Mampu mengimbangi permainan juara bertahan di kandang lawan, dia mengibaratkan jika ini sebagai pembuktian jika Persidafon bukan lumbung gol.

“Kita bersyukur hari ini mampu mengimbangi SFC. Dan ini pembuktian jika tidak mudah menaklukkan Persidafon,” terangnya.

Sepanjang babak pertama pertandingan berjalan dalam tempo sedang. Kedua tim yang terlihat masih meraba-raba kelemahan lawan cukup berhati-hati dalam melancarkan serangan. Dalam lima menit awal tercatat tidak ada satupun peluang emas tercipta.

Barulah pada menit ketujuh Persidafon mendapat peluang emas melalui David Laly. Meneruskan umpan terobosan yang di kirim Anis Nabar, Laly mampu membuat penjaga gawang SFC, Rivky Mokodompit terdiam. Sayang, sebelum menceploskan bola Laly telah lebih dulu terjebak offside.

Gagal mencatatkan namanya didaftar pencetak gol dikesempatan pertama, sepuluh menit berselang Laly akhirnya berhasil benar-benar mencetak gol. Mendapat umpan matang dari lini tengah, mantan punggawa Persipura Jayapura dengan cerdik mengecoh Rivky yang hanya terdiam. Persidafon memimpin 1-0.

Tersengat gol tim tamu, SFC yang tidak ingin dipermalukan langsung merespon gol Laly. Tepatnya pada menit ke-22 SFC mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi tendangan penalti Herman Dzumafo Epandi.

Diawali umpan panjang kiriman Boakay Eddie Foday, penjaga gawang tim tamu, I Putu Dian yang gagal menjangkau bola mesti melakukan pelanggaran terhadap Tantan. Tanpa pikir dua kali wasit langsung menunjuk titik putih. Dzumafo yang menjadi algojo dengan tenang mengecoh I Putu Dian. Kedudukan sama kuat 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan, SFC semakin termotivasi mencetak gol kedua. Setidaknya ada dua peluang emas masing-masing melalui Lee Dong-Won dan Tantan. Sayang, tidak satupun peluang yang mampu menggetarkan gawang Persidafon. Hingga 45 interval pertama usai skor imbang 1-1 tetap bertahan.

Memasuki interval kedua, kejutan sempat diberikan Persidafon saat pertandingan baru berusia tujuh menit. Dari proses tendangan penjuru, Precious yang maju membantu serangan nyaris membawa timnya kembali unggul andai Abdul Rahman yang berada didekat mulut gawang tidak sigap menyapu bola.

Namun hanya sampai disitu perlawanan tim asal Dafonsoro. Selebihnya pada sisa pertandingan mampu dikuasai tuan rumah sepenuhnya. Dimenit ke-63, umpan matang Dzumafo gagal diselesaikan Tantan. Demikian juga tiga menit berselang. Kerjasama satu dua Erick Weeks Lewis – Ramdani Lestaluhu gagal dikonversi Dani (demikian Ramdani disapa) untuk menaklukkan penjaga gawang Putu Dian.

Setelah itu, setidaknya ada tiga peluang emas yang dapat berbuah gol. Melalui tandukan Lee, sepakan lemah Foday serta sepakan free kick Erick Weeks sepuluh menit sebelum pertandingan usai. Sayang, tidak satupun peluang tersebut mampu merubah skor. Hingga pertandingan usai skor sama kuat 1-1 tetap bertahan.
Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Fandy Mochtar, Lee Dong-Won, Abdul Rahman KK, Diego Michiels, Ahmad Jufrianto, Erick Weeks Lewis, Boakay Eddie Foday KK, Tantan KK’82, Ramdani Lestaluhu, Herman Dzumafo Epandi.

Persidafon: I Putu Dian KK’19, Andri Ibo, Onyekachukwu Aloso, Christian Worabay, Isak Konon, Eduard Ivakdalam (Izaac Wanggai’74), Javad Maradi, David Laly, Precious Emuejeraye KK’40, Samuel Lim Nunez (Yohanis Makanuay’86), Yohanis Nabar (Alan Arthur’68)

TEKS              : SADAM MAULANA

EDITOR       : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster