Memakmurkan Rakyat Sumsel

 191 total views,  4 views today

Oleh SARONO P SASMITO

RABU, 15 Mei 2013 kemarin Provinsi Sumatera Selatan genap berusia 67 tahun. Menurut Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel No. 5 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Sumsel tanggal 15 Mei telah ditetapkan sebagai hari jadi Sumsel.
Peringatan yang dilaksanakan dalam bentuk rapat paripurna istimewa di DPRD Sumsel merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena dengan kesadaran akan semangat kebersamaan dan sesuai dengan Motto Sumsel yakni “Sumatera Selatan Bersatu Teguh”.
Berdasarkan catatan sejarah kerajaan Palembang Darussalam yang mengalami kejayaan pada abad ke-18 dan ke-19. Kemudian kerajaan itu dikenal sebagai Kesultanan Palembang Darussalam. Sebagai negara modern pada waktu itu dan telah menetapkan batas wilayah kekuasaannya yakni zaman Sultan Abdulrahman yang menguasai sebagian wilayah sekarang termasuk Jambi (di daerah Muara Tembesi), sebagian daerah Lampung (Menggala, Tulang Bawang) hingga Pulau Bangka Belitung, serta daerah Rejang Empat Petulai (Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu) dan Belalau di sebelah selatan Danau Ranau.
Pada waktu peralihan kekuasaan dari Kesultanan Palembang kepada Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua wilayah dikuasai Pemerintah Belanda karena masih ada perlawanan dari rakyat, terutama rakyat di Pasemah.
Menurut Wasista kronologis penetapan 15 Mei 1946 sebagai hari jadi Provinsi Sumsel adalah bertepatan dengan diumumkan pembagian wilayah Provinsi Sumatera menjadi tiga subprovinsi berdasarkan usul dan pertimbangan konferensi residen seluruh Sumatera, wakil pemerintah pusat, dan keputusan Dewan Rakyat Sumatera. Tiga subprovinsi itu, yakni subprovinsi Sumatera Utara meliputi Keresidenan Aceh, Sumatera Timur, dan Tapanuli. Kemudian subprovinsi Sumatera Tengah yang meliputi Keresidenan Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Selanjutnya, subprovinsi Sumatera Selatan meliputi Keresidenan Bengkulu, Palembang, Lampung, dan Bangka Belitung.
Berdasarkan pembagian wilayah itu, melalui proses panjang dilandasi kajian ilmiah dan segala pertimbangan dari berbagai aspek, baik aspek yuridis, historis, sosiologis, filosofis dan sosial budaya serta melalui penelitian terhadap dokumen hasil musyawarah Bukit Tinggi dan data-data di arsip nasional di Jakarta, akhirnya disepakati bahwa pada 15 Mei 1946 adalah sebagai awal terbentuknya Provinsi Sumsel.
Kita mengharapkan di usia yang hampir mendekati angka 70 tahun ini Sumsel memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Di dalam perut buminya ada sumber gas alam, minyak bumi, batu bara, mineral dan segala apa yang diperlukan pasar dunia dapat memberikan berkah bagi kesejahteraan rakyatnya.
Apalagi dari sector pertanian tanah di wilayah ini juga cukup subur untuk membudidayakan berbagai komoditas memiliki nilai ekonomi tinggi. Bukan hanya itu industri pengolahan bahan-bahan mentah juga telah menjadi bagian dari perekonomian Sumsel sejak seabad lalu.
Provinsi Sumsel yang saat ini terdiri atas 12 kabupaten dan empat kota, setelah ditambah dengan satu kabupaten pemekaran baru yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) memang terus menggeliat pembangunannya. Agar semua warganya sejahtera maka pembangunan di wilayah in I kita harapkan dapat benar-benar merata baik di perkotaan maupun perdesaan. Sebab kalau kesenjangan terjadi maka kemajuan hakiki yang kita harapkan akan makin jauh dari jangkauan. Semua hal ini juga menjadi pekerjaan rumah gubernur saat ini dan gubernur terpilih melalui Pemilukada yang akan digelar 6 Juni mendatang. Ini merupakan amanah yang tidak ringan dan harus diwujudkan dengan penuh pertanggungjawaban.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster