Matinya Nurani Pemimpin Negeri

9 total views, 3 views today

antrian-bbm130403bPALEMBANG, KS- Masyarakat di Indonesia termasuk di Sumsel nampaknya, harus bersiap-siap menelan “pil pahit” di pertengahan Juni mendatang. Pasalnya Menteri Koordinator Ekonomi, Hatta Radjasa memastikan mulai pertengahan Juni nanti, pemerintah akan memberlakukan harga baru untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Rencananya, besaran kenaikan harga BBM bersubsidi berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter. Harga premium akan dinaikkan menjadi menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp5.500/liter.

“Ya, mulai pertengahan Juni 2013 akan diberlakukan harga baru untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar,” kata Hatta sebelum menghadiri rapat terbatas bidang Polhukam di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/5), seperti dikutip beritasatu.com.

 

Kenaikan harga BBM subsidi tersebut, dalam pandangan pengamat ekonomi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), DR Sutarman yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin, akan berdampak besar bagi masyarakat. “Jika benar harga BBM subsidi naik, maka akan mempengaruhi berbagai harga kebutuhan pokok, aneka barang dan jasa lainnya,” kata Sutarman.

“Harga kebutuhan pokok, moda transportasi, keperluan jasa baik melalui angkutan darat, laut maupun udara dipastikan bakal naik jika harga BBM naik.  Sebenarnya pencabutan subsidi itu, sama saja matinya nurani dari semua,” kritiknya.

Ia juga menyebut, jika harga BBM naik 10 persen saja atau Rp500 saja maka akan menyumbang angka inflasi sekitar satu persen. Bila inflasi naik satu persen, batas garis kemiskinan dipastikan akan ikut  naik 1,5 persen dari jumlah penduduk miskin yang ada.

 

Itu berarti akan menambah jumlah kemiskinan baru yang bisa mencapai  100 ribu orang bahkan lebih. “Dengan kenaikan harga BBM yang diinginkan pemerintah mencapai Rp2000, tinggal kalikan saja  berapa besar dampak yang akan di akibatkan dari kebijakan ini,” bebernya.

 

Sementara itu pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) sebelumnya mengatakan, pemerintah harusnya tegas dalam penetapan kenaikan harga BBM subsidi. Ketidak tegasan pemerintah, dalam kebijakan harga BBM subsidi tersebut menurutnya sudah membuat masyarakat bingung.  “Ini sangat merugikan masyarakat dan pasar, itu juga bisa menyebabkan terjadinya penimbunan, kelangkaan BBM dan lainnya. Pasar juga dibuat bingung, dengan tidak tegasnya pemerintah tersebut,” ungkapnya.

 

Tetapi diingatkan Amidi, kenaikan harga BBM berapa pun besarnya akan memiliki dampak pada ekonomi nasional dan masyarakat khususnya menengah kebawah.

Biasanya kata dia, kenaikan BBM akan diikuti dengan kenaikan harga sembako, tarif angkutan umum, jasa dan lainnya. Kenaikan harga-harga tersebut, akan membuat beban masyarakat kian bertambah apalagi itu menjelang bulan suci Ramadhan, Idul Fitri dan tahun ajaran baru.

 

Teks : Jemmy Saputera

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com