Ambisi Beda Kutub

 274 total views,  2 views today

SFC-LATIHAN

SFC Latihan | Foto : Bagus KS

PALEMBANG | KS Peluang besar menambah tiga poin saat menghadapi Persidafon Dafonsoro di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis (16/5) petang ini, sepertinya tidak akan disia-siakan Sriwijaya FC (SFC).

Perbedaan kelas yang sangat mencolok antara kedua tim, dimana SFC yang berada di posisi runner up hanya menjamu Persidafon sebagai juru kunci kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, pastinya disadari betul Laskar Wong Kito selaku tuan rumah poin penuh wajib diraih.

Terlebih jika mampu memastikan kemenangan SFC akan dapat mengancam posisi pemuncak klasemen sementara ISL, Persipura Jayapura yang kini telah mengemas 44 poin dari 18 laga. Jika mampu menang, SFC yang tepat berada di bawah tim berjuluk Mutiara Hitam akan memangkas selisih poin hanya tinggal tiga atau mengemas 41 poin dari satu laga lebih banyak.

“Peluang kita memetik poin penuh atas Persidafon sangat terbuka lebar. Dan ini tidak akan kita sia-siakan demi mendekatkan jarak terhadap Persipura,” kata pelatih SFC, Kas Hartadi.

Terang saja nada optimisme didengungkan sang arsitek. Selain dari tabel klasemen perbedaan jarak dan poin kedua tim bak kutub utara dan selatan, dari data statistik pertemuan kedua tim juga selalu menguntungkan klub berkostum kuning-kuning.

Sudah tiga kali bersua di kancah kompetisi ISL, tim berjuluk Gabus Sentani hanya pernah sekali mencuri poin dari SFC. Tepatnya pada musim lalu ketika pertandingan digelar di Stadion Barbanas Youwe (14/5).

Selebihnya pada dua pertandingan lainnya selalu dimenangkan SFC, 5-0 ketika bermain di Stadion GSJ (5/2/12) dan 3-1 diperjumpaan terakhir kedua tim musim ini di Dafonsoro.

Tak cukup sampai disitu, dari modal pertandingan terakhir sebelum pertandingan juga memihak tuan rumah. Dimana saat SFC mampu menaklukkan Persiram Raja Ampat 2-1 (12/5), tidak diikuti Persidafon yang justru mendapatkan hasil sebaliknya. Takluk 1-3 dari Pelita Bandung Raya (PBR) di kandang lawan.

Tentu dengan hasil yang bertolak belakang tersebut, motivasi lebih dimiliki SFC. Berbekal materi pemain yang juga lebih baik, tidak ada alasan bagi Kas tidak menargetkan kemenangan bagi timnya.

Meski pada pertandingan nanti beberapa punggawa tidak dapat tampil, seperti Ponaryo Astaman yang izin karena mengikuti kursus kepelatihan, Ferry Rotinsulu mengalami cedera lutut kambuhan dan Mahyadi Panggabean akumulasi kartu kuning tetap tidak mengurangi keyakinan Kas.

Masih memiliki pemain lain seperti Ahmad Jufrianto yang telah terbebas dari akumulasi kartu kuning dan Hermain Dzumafo Epandi yang telah sembuh serta Diego Michiels yang tak kalah kualitas dari Mahyadi dirasa tak akan mengurangi kekuatan tim.

“Yang pasti kan kita ingin menang atas tim yang secara kualitas masih di bawah kita. Tetapi tetap kita tidak akan menganggap remeh karena bisa saja Persidafon memberi kejutan,” ujar mantan punggawa Persisam Samarinda.

Berbeda dengan Kas Hartadi, pelatih Persidafon, Erent Pahelarang yang dijumpai saat memandu timnya melakukan persiapan terakhir sebelum pertandingan di Stadion GSJ, Rabu (15/5) kemarin pagi, mengatakan hanya berharap hasil realistis.

Yakni dapat mencuri poin sembari melihat peluang apakah timnya dapat memastikan poin penuh. Sesuatu yang cukup mustahil tetapi tetap mungkin diraih. Sebagai usaha menjauh dari zona degradasi.

“Kami sadar Persidafon itu siapa dan SFC itu siapa. Jadi jika SFC sudi kita tidak akan muluk karena hanya mengharapkan peluang membawa pulang satu poin saja,” kata Erent Pahelarang.

Mengenai tiga pilar tim lawan yang tidak dapat tampil disebut Erent bukanlah sebuah keuntungan bagi timnya. Sebab secara keseluruhan materi pemain SFC sangat merata. Dari penjaga gawang hingga juru gedor.

“Tanpa tiga pemain itupun mereka masih memiliki Diego, Dzumafo, Erick Weeks maupun Tantan yang saya rasa akan tetap membuat SFC kuat,” ujarnya.

Untuk pemain yang diwaspadai, Erent secara terang-terangan menunjuk nama Boakay Eddie Foday. Meski pemain timnas Liberia tersebut lebih sering beroperasi di lini tengah, justru sang arsitek menganggap jika Foday akan lebih berbahaya dari Dzumafo.

“Dari mobilitas, Foday lebih sering melakukan pergerakan tanpa bola dibandingkan Dzumafo yang seorang targetman. Ini sangat potensial memberi kejutan dari berbagai celah,” terangnya.

 

Prakiraan line up

Sriwijaya FC (4-1-4-1): 33. Rivky Mokodompit; 23. Fandy Mochtar, 35. Lee Dong-Won, 28. Abdul Rahman, 94. Diego Michiels; 13. Ahmad Jufrianto; 7. Ramdani Lestaluhu, 50. Erick Weeks Lewis, 40. Boakay Eddie Foday, 10. Tantan; 99. Herman Dzumafo Epandi
Pelatih: Kas Hartadi

Persidafon (4-4-2): 19. Selsius Gebze; 21. Samuel Francisco Rumkabu, 35. Onyekachukwu Aloso, 14. Pius Daniel Amo, 84. Christian Worabay; 10. Eduard Ivakdalam, 32. Muckhlis Haay,  27. Izaac Wanggai, 24. Yohanes Makanuay; 90. Samuel Lim Nunez, 9. Anis Nabar
Pelatih: Erent Pahelarang


head to Head


ISL (28/04/13) Persidafon 1-3 Sriwijaya FC
ISL (14/05/12) Persidafon 2-2 Sriwijaya FC
ISL (05/02/12) Sriwijaya FC 5-0 Persidafon


Lima Pertandingan Terakhir Sriwijaya FC

ISL (12/05/13) Sriwijaya FC 2-1 Persiram
ISL (02/05/13) Persiram 0-1 Sriwijaya FC
ISL (28/04/13) Persidafon 1-3 Sriwijaya FC
ISL (20/04/13) Sriwijaya FC 0-2 Persipura
ISL (16/04/13) Sriwijaya FC 1-0 Persiwa


lima Pertandingan Terakhir Persidafon

ISL (11/05/13) Pelita BR 3-1 Persidafon
ISL (02/05/13) Persidafon 1-1 Pelita BR
ISL (28/04/13) Persidafon 1-3 Sriwijaya FC
ISL (14/04/13) Persija 1-1 Persidafon
ISL (07/04/13) PSPS 1-2 Persidafon


TEKS      : SADAM MAULANA

EDITOR :RINALD\ SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster