13 Anggota TNI Jalani Sidang

 270 total views,  2 views today

7u1c4547

Ilustrasi TNI | Foto : net

PALEMBANG, KS – Sidang pembacaan tuntutan lanjutan terhadapan dugaan pengrusakan dan pembakaran Mapolres OKU dan Mapolsek Martapura yang melibatkan anggota Yon Armed 15/76 kembali digelar di Pengadilan Militer (Dilmil) 1-04 Palembang di Jalan Kolonel H Barlian Km 5,5, Rabu  (15/5). Kali ini, 13 anggota Yon Armed dihadirkan dalam persidangan tersebut.

Diruang utama persidangan, Majelis Hakim LTK CHK Sutrisno Setio Utomo didampingi oleh Hakim anggota Mayor CHK Nanik Suwarni dan Mayor CHK Koswara, menghadirkan lima terdakwa,  yaitu Praka Yoyok Adriyanto, Praka Sarbini Abdullah, Pratu Titus Purwanto, Pratu Anggit Yusuf Saputra, Prada Diab Catur Wijaya.

Oditur Militer, Letkol (laut) Invelnis saat membacakan tuntutan terhadap kelima terdakwa ini mengatakan, kelima terdakwa berdasarkan alat bukti benar dan sah telah melakukan tindakan pidana terhadap pengrusakan Mapolres OKU. Akibat perbuatannya, lima terdakwa telah merusak hubungan baik antara TNI dan Polri.

“Kelima terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dan diancam pasal 170 ayat 1 KUHP.  Diharapkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Militer (Dilmil) 1-04 untuk menjatuhkan hukuman kepada lima terdakwa selama satu  tahun penjara,” katanya saat membacakan tuntutan dalam persidangan.

Sementara itu, Majelis Hakim LTK CHK Sutrisno Setio Utomo, menjelaskan kepada lima terdakwa tentang tuntutan yang dibacakan oleh Oditur. “Kelima terdakwa dapat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya untuk menerima tuntutan atau melakukan pembelaan,” ungkap majelis hakim.

Lettu CHK Syarifudin SH, selaku kuasa hukum kelima terdakwa meminta waktu hingga Selasa (21/5),  melakukan pembelaan. “Saya selaku kuasa hukum, meminta kepada yang terhormat Majelis Hakim agar sidang ditunda hingga hari Selasa, untuk mengajukan pembelaan kelima terdakwa,” ungkapnya disela sela persidangan.

Diakhir persidangan pembacaan tuntutan itu, Majelis Hakim pun menyetujui persidangan akan di gelar kembali hari Selasa dengan mendengarkan pembelaan dari kelima terdakwa, dan Ouditor melampirkan barang bukti berupa surat-surat dan foto-foto yang dilekatkan di  dalam berkas perkara, serta membebankan  biaya perkara kepada masing masing terdakwa sebesar Rp 7500 ribu.

Sementara sidang yang digelar di luar halaman Pengadilan Militer 1-04 dibawah tenda, dengan ketua Majelis Letkol Sus Reki Irene dan anggota Mayor Chk Ramlan dan Mayor Sultan,  juga  Menghadirkan lima terdakwa yaitu Kopda Heli Cahalayo, Parak Hendri Waluyo, Pratu Albertus Saltu,Pratu Muhammad Anwa dan Prada Hasren.

Dalam sidang tersebut,  Oditor Militer Mayor (Laut)  Amriande membacakan tuntanan yang sama bahwa kelima terdakwa di jatuhkan Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan kurungan selama satu tahun.

“Kelima terdakwa telah bersama-sama melakukan pengerusakan dan pembakaran Mapolres OKU, yang merupakan merusak fasilitas negara, dan juga telah mencemarkan nama baik TNI AD serta membuat resah masyarakat sekitar, dan masing masing terdakwa membayar biaya perkara Rp 5 ribu,” paparnya.

Disamping itu, Kuasa hukum lima terdakwa, Lettu Budianto setelah mendengarkan tuntutan dari Oditor sidang, dirinya pun  berkoordinasi dengan terdakwa dan meminta waktu kepada Pengadilan Militer agar sidang ditunda hingga Senin (20/5), untuk melakukan pembelaan tuntutan.

Di akhir persidangan yang digelar hari itu, ditutup dengan mengahadirkan tiga terdakwa yaitu Pratu Indro Prakoso, Serda Andri Saptiyansyah dan Pratu Yosrizal, yang di damping oleh Kuasa hukum Kapten CHK Farid Iskandar SH MH sebagai kuasa hukumnya. Ketiga terdakwa ini juga di tuntut dengan Pasal 170 KUHP.

Teks     : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster