Tak Hanya Edu yang Berbahaya

 332 total views,  2 views today

PALEMBANG | KS Semua pecinta sepakbola Indonesia mungkin sepakat jika Eduard ‘Edu’ Ivakdalam merupakan salah satu gelandang terbaik yang ada di kompetisi Indonesia Super League (ISL) saat ini.

Meski klub yang dia bela, Persidafon Dafonsoro kini sedang terjerembab di dasar klasemen, namun tetap Edu diakui sebagai salah satu pemain senior terbaik. Tak terkecuali pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi.

Saat tim besutannya akan menjamu Persidafon di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis (16/5) besok, salah satu pemain yang langsung disebutkan Kas berpotensi merepotkan timnya adalah Edu.

Kendati terbilang uzur, namun tetap sang arsitek tak sungkan mengatakan jika mantan kapten Persipura Jayapura tersebut masih sangat berbahaya. Memiliki umpan akurat, tak jarang Edu memanjakan bomber Persidafon.

Meski demikian, jika berbicara secara keseluruhan, Kas tetap tidak sepakat jika hanya Edu yang berpotensi merepotkan. Sebab, selain Edu, klub besutan pelatih Erent Pahelarang masih memiliki banyak pemain lain yang tak kalah kualitas.

Salah satunya yakni Anis Nabar, penyerang yang pada 14 September mendatang akan genap berusia 22 tahun. Walaupun masih muda, namun tetap pelatih berusia 42 tahun menaruh kewaspadaan tinggi terhadap penyelesaiannya.

“Namanya (Anis Nabar-red) memang jarang terekspos karena memang klubnya sedang terpuruk. Namun tetap kualitasnya harus kita pertimbangankan,” kata Kas Hartadi.

Bukan tanpa alasan Kas mewaspadai Anis Nabar. Walaupun di lini depan klub berjuluk Gabus Sentani masih terdapat nama Korinus Fingkrew yang tak kalah garang, namun secara performa saat ini Anis Nabar lah yang berada diurutan terdepan.

Total, dari 17 kali mendapat kesempatan bermain, Nabar telah lima kali menjebol gawang lawan. Dan untuk sementara tercatat sebagai top skor sementara tim, unggul satu gol dari Izaac Johanes Wanggai yang berada diurutan kedua.

“Statistik tersebut membuktikan, ditengah timnya yang sedang terpuruk Nabar tetap bisa menjaga performanya dalam hal menjebol gawang lawan. Dan harusnya memang mesti kita waspadai,” terangnya.

Mengenai pemain yang pada pertemuan pertama sempat menggetarkan gawang SFC, Alan Arthur Arongger, Kas menuturkan tetap akan menginstruksikan pergerakan pemain tersebut di lini tengah. Sebagai tandem Edu, nama Alan dianggap Kas tetap tidak luput dari perhatian timnya.

“Tetap akan kita awasi pergerakannya. Pada pertemuan pertama lalu aksinya sempat membuat kita tertinggal. Dan untuk itu kita harapkan tidak lagi terulang,” tukas mantan pelatih SFC U-21.
TEKS          : SADAM MAULANA

EDITOR   :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster