Penerapan Kurikulum 2013 Bertahap

 51 total views,  3 views today

PALEMBANG | KSPenerapan kurikulum 2013 nampaknya akan ada sedikit kendala pasalnya, tidak seluruh sekolah bisa menerapkan kurikulum tersebut karena penerbitan buku tematik yang di cetak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan diberikan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs. Widodo mengatakan, untuk diketahui kurikulum 2103 mulai diterapkan pada tahun ajaran ini. Namun tak semua sekolah yang menerapkannya melainkan bertahap.

Menurutnya, kurikulum 2103, nantinya akan dilakukan secara bertahap dan terbatas. Bertahap artinya tidak semua kelas mendapatkan buku, sedangkan terbatas artinya tidak semua sekolah menerapkannya. Untuk tingkat SD akan diberikan pada kelas I dan IV, sedangkan tingkat SMA/SMK akan diberikan kepada kelas 10. 

Sekolah yang mendapatkan itu menurutnya terbatas, harus diseleksi beberapa sekolah yang dipilih oleh pemerintah tentang penerapan kurikulum tersebut.

Data Kemendikbud mencatat, tahap awal kurikulum 2013 akan diterapkan pada 2.598 Untuk Sekolah Dasar , 1.521 diberikan pada Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menegah Keatas 1.270 sedangkan Sekolah Menegah Kejuruan sebanyak 1.021. adapun total target yang akan diberikan kepada siswa sebanyak 1.535.066.

Adapun sasaran sekolah yang menjadi pelaksanaan penerapan kurikulum baru tersebut adalah sekolah eks- Rintisan sekolah bertaraf Internasional (RSBI) dan sekolah dengan akreditasi A.

Kemudian, basisnya tidak lagi kabupaten/kota melainkan provinsi sehingga bisa jadi dalam satu penerapan kurikulim tersebut. Siswa diarahkan untuk memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. “Diharapkan nantinya siswa/peserta didik mampu menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya,”ujarnya

Dalam sistem tematik integratif ini lanjutnya, indikator mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial akan muncul di kelas IV, V, dan VI SD. Untuk mata pelajaran IPA dan IPS di SD tidak diajarkan secara terpisah, tetapi indikatornya dibuat muncul atau diperjelas sejak kelas IV SD. 

Dikatakannya, rencana penerapan Kurikulum 2013 ini pemerintah mensajikan model pembelajaran tematik integratif. Ini mungkin yang berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan pola tematik integratif ini, buku-buku siswa SD tidak lagi dibuat berdasarkan mata pelajaran. Namun, berdasarkan tema yang merupakan gabungan dari beberapa mata pelajaran yang relevan.

Menyikapi hal ini, Maulina,Kepala sekolah  (SD) Negeri 179 Palembang, tidak keberatan jika pemerintah tidak mampu memenuhi kuota muridnya yang berjumlah 800 orang. Namun ia juga mengharapkan agar wali siswa juga membantu dalam mensukseskan penerapan pelaksanaan itu.

“Sekarang masih belum jelas bagaimana cara pemerintah dalam pemakaian buku tematik itu, apakah semuanya pemerintah atau sisanya dibebankan ke sekolah. Tapi kalau memang pemerintah Cuma siap sebagian, kami bisa pakai dana BOS, “ Katanya Selasa (14/5).

Menurut Maulina, untuk pembelian buku itu tidak dapat dibeli sekaligus. Karena mengigat dana BOS yang cukup tebatas. Dengan demikian kekurangan buku yang lain akan dimasukkan pada anggaran selanjutnya.

TEKS       : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com