Bila Tak Mampu Memimpin Turun Segera

 239 total views,  2 views today

Oleh : Ahmad Maulana,S.Ag

(Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN RF)

 

Seharusnya pemerintah harus prihatin dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan. Bagi masyarakat yang ingin memasak makanan di rumahnya harus mencari dahulu tabung gas melon 3 kg untuk dapat memasak. Kelangkaan yang terjadi tidak perlu dipertanyakan kepada masyarakat, tapi yang perlu dipertanyakan adalah mampukah pemerintrah mengurusi masyarakat. Bila tidak mampu silahkan turun dari tahta pemerintahan dan kami masyarakat mencari pemimpin yang benar-benar mau mengurusi masyarakat.

Coba anda bayangkan program-program yang mereka rencanakan untuk kampanye, mereka (calon pemimpin) siapkan dengan sedetil mungkin. Tapi untuk urusan masyarakat, mereka hanya diam dan tidak mengambil langkah. Jika mereka bilang sudah mengambil langkah, mana buktinya. Jadi janganlah memilih pemimpin yang tidak mau mengurusi masyarakat.

Kepada masyarakat, tulisan ini bukan untuk menjelekkan mereka yang sedang punya hajat untuk memimpin, tapi tulisan ini untuk membuka mata masyarakat agar bisa melihat mana yang bagus dan mana yang jelek. Dan untuk mereka yang ingin maju jadi pemimpin, jangan banyak janji, karena satu yang ditepati, 99 yang diingkari. Percaya atau tidak sangsi dari langit akan datang.

Serperti bualan mesra dari seorang pemimpin “Saya akan mensejahterahklan masyarakat menengah ke bawah”. Kata-kata itu adalah kata-kata “saya akan memelihara masyarakat yang menengah ke bawah. Artinya kita ini dipeliharanya, kemiskinan itu dipelihatra oleh mereka-mereka yang tidak pantas untuk menjabat menjadi pemimpin.

Artinya, siapapun dia, bila sekarang tidak mampu mengurusi rakyat, lebih baik turun dari kursi kepemimpiunan. Harusnya ada rasa malu, janji yang dilontarkan sampai saat ini hanyalah sebuah bualan untuk bisa dipilih masyarakat.

Bayangkan…………..disaat masyarakat mengeluh dengan langkahnya gas elpiji, datang lagi kepedihan di masyarakat dengan naiknya harga BBM. Sebenarnya ada apa dengan pemerintah sekarang. Bila kita lihat dengan langkahnya elpiji 3 kg, pemerintah harus bisa mengambil langkah agar elpiji bisa tersalurkan di masyarakat.

Fenomena yang terjadi dimasyarakat sangatlah fakta dan akurat tentang langkahnya gas elpiji. Dimana gas yang seharusnya berada di agen, kini tidak ada sama sekali. Masih ingat dengan janji yang dilontarkan pemerintah beberapa tahun yang silam ketika merayu rakyat agar memakai gas elpiji ini. Percayalah dengan gas 3 kg ini dapat membantu masyarakat menengah ke bawah. Dan berpeluh-puluh tahun gas ini tidak akan bisa langkah. Aneh……………….

Banyak kecurangan yang terjadi, seperti halnya meteran yang seharusnya penuh, kini tidak penuh lagi tapi setengah. Kemudian kelangkaan di gas diberbagai tempat penjualan gas, semuanya adalah scenario dari mereka-mnereka yang tidak punya hati.

Andai, yang melakukan itu adalah orang lain, berarti orang tersebut berani sama gubernur dan walikota/ bupati. Anehnya, pemerintah seakan-akan tidak berani melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. Atau…………….., mungkin orang tersebut punya kartu ‘as’ nya pemimpin kita? Tidak boleh Suudzhon!!!!!!!

Harapan kita, jangan sampai ini berlarut-larut, dan jangan sampai bangunkan macam yang sedang tidur. Dan jangan dikira masyarakat takut sama pemerintah. Karena kedaulatan rakayat ada di tangan rakyat bukan ditangan pemerintah.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster