Anggota Yon Armed Terancam Dipecat

 473 total views,  2 views today

HL-Jeruji

Sidang lanjutam dugaan perusakan dan pembakaran Mapolres OKU dan Mapolsek Martapura yang melibatkan 19 personil Yon Armed | Foto : Dok KS

PALEMBANG, KS – Sidang lanjutam dugaan perusakan dan pembakaran Mapolres OKU dan Mapolsek Martapura yang melibatkan 19 personil Yon Armed 15/76 Tarik Martapura memasuki babak baru.

Dalam persidangan yang mengagendakan pembacaan tuntutan, oditur militer menuntut terdakwa secara berbeda sesuai dengan kapasitas tindakan yang dilakukan oleh para terdakwa.

Serma H Mutjobah Fatoni yang menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Militer Oditurat Militer I-04 Palembang diruang sidang utama yang dipimpin Letkol Sus Reki Irene dengan anggota Mayor Chk Ramlan dan Mayor Sultan, dituntut harus membayar beban biaya perkara Rp 10 ribu.

Tuntutan tersebut dibacakan Oditur Mayor Sus Riswandono diruang sidang utama Pengadilan Militer Oditurat Militer I-04 Palembang, Selasa (14/5). Tak hanya itu saja, terdakwa Serma H Mutjobah Fatoni sebelumnya di dakwa dengan dakwaan pasal 160 KUHP dan pasal 127 KUHPM pada sidang Kamis (25/4) lalu dituntut pidana selama empat tahun penjara dan dikurangi selama masa tahanan serta dipecat dari keanggotaan TNI AD.

Oditur Mayor Sus Riswandono juga membacakan kronologis kejadian di depan ruang persidangan dari awal sebelum penyerangan hingga terjadi penyerangan terhadap Mapolres OKU yang mengakibatkan beberapa anggota Mapolres OKU mengalami luka-luka.

Terdakwa langsung menuju ke penasehat hukumnya untuk melakukan diskusi. Setelah berdiskusi beberapa menit, terdakwa memutuskan agar kuasa hukumnya untuk melakukan pembelaan.

Sedangkan Penasehat hukum Serma H Mutjobah Fatoni, Kapten Ernanda menuturkan terdakwa meminta waktu satu minggu untuk membuat pembelaan terhadap kliennya. Tetapi majelis hakim hanya memberikan waktu tiga hari untuk memberikan pembelaan. “Pasal 127 KUHPM tidak terbukti, yang ada hanya di dakwa pasal 160 KUHP,” katanya.

Sedangkan sidang di ruang dua dihadirkan juga kedua terdakwa yakni Koptu Eryadi yang dituntut Pasal 187 ke 2 KUHP dengan ancaman 4 tahun dan dipecat dari keanggotaan TNI AD  dan Pratu F Teban dituntut pasal 406 (1) KUHP diancam 3 tahun penjara dan dipecat dari keanggotaan TNI AD.

Penasehat Hukum kedua terdakwa Lettu Robi juga akan mengajukan pembelaan terhadap kedua kliennya pada sidang pledoi mendatang.

Di ruang sidang utama juga dilanjutkan sidang tuntutan terhadap terdakwa Sertu Irawan, Praka Damianus Ngongo Daga dan Pratu Temon Slamet Riadi yang dipimpin Letkol Sus Reki Irene dengan anggota Mayor Chk Ramlan dan Mayor Sultan denganoditur Mayor Laut Amriabdie.

Terungkap di persidangan, kasus ini mencuat ketika Kamis, 7 Maret 2013, sekitar 75 anggota personel Yon Armed 15/76 menyerbu dan membakar Polres OKU di Baturaja.

Akibat peristiwa itu, lima polisi setempat mengalami luka bakar dan tusuk. Seorang petugas kebersihan yang benama Edi Maryono meninggal dunia akibat mengalami luka bakar.

Penyerangan merupakan buntut peristiwa penembakan personel Yon Armed, Pratu Heru, oleh Brigadir Wijaya di Baturaja. Heru meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Penyerangan bermula saat puluhan anggota Batalyon Armed Martapura mendatangi Mapolres OKU, pada 7 Maret lalu. Puluhan tentara itu mulanya ingin menanyakan pengusutan kasus penembakan rekan mereka, Pratu Heru Oktavianus oleh Brigadir Wijaya.

Namun, puluhan anggota Batalyon Armed Martapura itu mengamuk di Mapolres OKU. Diduga, para tentara itu tidak puas dengan penanganan kasus penembakan Pratu Heru Oktavianus. Sementara itu, Brigadir Wijaya akan menjalani sidang di PN Palembang setelah berkasnya sudah P21 tahap II oleh pihak kepolisian Polda Sumsel.

Teks     : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster