Sumsel Menuju Graha Rumah Tahfidz

 197 total views,  2 views today

ust-yusuf-mansyur

KH Ustad Mansyur saat tausiah Soft Opening Grand Malaka Etnical Hotel dan Launching Graha Rumah Tahfidz, Kota Palembang, Senin (13/5).| Foto : Bagus KS

PALEMBANG|KS – Para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya hafal Alquran dan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bakal bisa belajar di Graha Rumah Tahfidz Sumsel. Demikian disampaikan KH Ustad Mansyur saat tausiah Soft Opening Grand Malaka Etnical Hotel dan Launching Graha Rumah Tahfidz, Kota Palembang, Senin (13/5).

Sesuai rencana, gedung ini dibangun di aatas areal 2.600 m2 di Tanjung Harapan, Perumnas, Kota Palembang.

“Gedung tersebut akan dibangun 12 Lantai dengan fasilitas lengkap, tangga lift dan fasilitas lain yang mendukung,” demikian kata Yusuf Mansur usai penandatanganan prasasti tanda dimulainya pembangunan.

H Subki Sarnawi, mewakili Dewan Pembina Yayasan Rumah Tahfidz Sumsel Babel berkata, mulanya Graha Rumah Tahfidz ini akan dibangun 5 lantai, namun Ustad Yusuf Mansur meminta dibangun 12 lantai.

“Sebab itu panitia diminta untuk merombak ulang desain dan dibuat rencana anggaran yang baru,” jelas Subki yang juga panitia pembangunan Graha Rumah Tahfidz.

Kata Yusuf Mansur, bahwa dana tersebut akan dibangun dengan biaya shodaqah dan calon santri yang belajar di Graha tersebut.

“Jika dari perhiasan emas yang dipakai orang palembang dikumpulkan, maka orang palembang dapat membeli pesawat air bus, apalagi hanya membangun Graha Rumah Tahfidz yang berlantai 12, tentu sangat mudah,” tuturnya.

Bagi calon santri yang ingin belajar yang kebenaran oarang tuanya punya duit, bisa bayar dimuka untuk biaya pendidikan selama 1 tahun, jika 1000 orang calon santri di minta 10 juta saja berarti sudah terkumpul uang 10 milyar. Namun, bagi mereka yang kurang mampu silahkan berapa mampunya, pasti akan kita terima juga. Sebab menurut yusuf Mansur orang yang akan menuntut ilmu harus mempunyai niat yang kuat dan biaya yang banyak. Kalau digratiskan biasanya santri mudah masuk dan keluarnyapun semaunya.

“Kita, tidak perlu tangan di bawah tetapi tangan kita harus menghadap keatas, insya allah dengan tangan keatas semua kebaikan yang kita capai akan dapat diselesaikan. Kelemahan negeri ini tambahnya karena tidak melibatkan Allah dalam setiap urusan, padahal negeri ini milik allah, kenapa Allah tidak dilibatkan,” tambahnya.

Ratusan jemaah antusias memperhatikan tausiah Yusuf Mansur, dengan joki-jokinya yang segar, dan khidmatnya penjelasan tentang sedekah mampu menggerakkan hati jema’ah untuk mengumpulkan sumbangan. Sebab itu dalam waktu 10 menit jema’ah mampu mengumpulkan dana awal untuk pebangunan sebesar 59 juta, HP 5 buah, cincin emas 4 unit, kalung dan jam tangan. Semua dikumpulkan sendiri oleh jema’ah  yang hadir pada acara tersebut.

“Rencana dibangun 5 lantai biaya diperlukan lebih 12 milyar, jika menjadi 12 lantai maka diperkirakan akan menelan biaya 25 sampai 30 milyar. Sebab itu menurutnya kami akan segera mengurus perizinan, mendesain ulang bangunan dan membentuk panitia pembangunan,” ucap Subki.

Di Kota Palembang, umumnya di Sumsel memerlukan sekolah yang berkualitas. Untuk Graha rumah tahfidz akan membantu bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi seorang hafidz dengan kemampuan bahasa yang hebat.

Hj Ida Athung, sebagai pewakaf lahan 2600 m2, juga sebagai owner Hotel Malaka berharap mudah-mudahan pelaksanaan pembagunan Graha Rumah Tahfidz ini dapat berjalan lancar, dan kepada panitia kita doakan semoga diberikan kekuatan untuk tetap amanah” demikian dalam kata sambutan singkatnya.

TEKS           : AHIRMAN     

EDITOR    :RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster