Media Penentu Sukses Pemilukada

 275 total views,  2 views today

media-oke

Oleh SARONO P SASMITO

HARI-hari ini tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Sumatera Selatan akan memasuki masa kampanye yang akan berlansung mulai 20 Mei hingga 2 Juni 2013 mendatang. Sebagai sebuah kompetisi, maka proses kampanye tersebut  mesti menuruti aturan-aturan yang telah ditetapkan.  Sebab jika tidak bukan mustahil berbagai pelanggaran akan terjadi. Berdasarkan penelusuran Kabar Sumatera saat ini  di antara kandidat sudah ada yang mencuri start.

Dalam kondisi demikian kita memandang media massa, menjadi salah satu pihak berperan penting dalam menentukan kualitas dan keberhasilan Pemilukada ini apakah akan berjalan fair atau tidak. Sebab tak mungkin semuanya dapat diawasi secara maksimal oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  dua lembaga yang menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut.

Sebagai pilar keempat, media massa memegang peranan penting untuk menetukan keberhasilan dan kualitas pemilu di tanah air maupun di masing-masing daerah. Kita juga melihat peran media tak bisa dikesampingkan karena jika pemberitaan tentang sebuah masalah negatif maka akan berdampak membangun sentimen negatif di masyarakat.

Sehebat apa pun penyelenggara bekerja untuk menghasilkan pemilu berkualitas, tetapi jika tidak didukung pemberitaan media yang positif, maka akan berdampak negatif di masyarakat.

Dalam tataran nasional,  pemilu di Indonesia masih mengecewakan rakyat dari yang diharapkan dalam menjalankan demokrasi tersebut. Begitu pun Pemilukada di Indonesia selalu mengecewakan. Antara lain, dana untuk Pemilukada selalu di atas Rp1 miliar bahkan ada beberapa provinsi yang biaya pilkada bisa mencapai Rp 1 triliun. Oleh karena itu seluruh masyarakat sebenarnya memiliki kepentingan besar untuk  berpartisipasi. Demikian juga  media massa sangat berperan dalam dalam pemilukada di Sumsel hingga Pemilu 2014. Hal itu dapat dilakukan melalui pemberitaan yang berimbang dan positif untuk menggalang partisipasi masyarakat.

Dalam kondisi demikian, kita mesti dapat membangun sinergitas dan keterlibatan media massa serta organisasi masyarakat untuk menyukseskan pemilukada Sumsel yang akan berlangsung pemungutan suaranya 6 Juni 2013 mendatangkan.  Kemudianb akan dilanjutkan dengan Pemilu Legislatif 2014. Semua itu diharapkan dapat berlangsung jujur, adil dan bermartabat.

Dalam hal partisipasi pemilih kita bias melihat contoh partisipasi masyarakat menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pemilukada Jawa Barat hanya 60 persen dan di Sumatera Utara 50 persen disebabkan kecenderungan masyarakat tidak mempercayai netralitas para penyelenggara.

Kasus seperti ini kita harapkan tidak terjadi di Sumsel. Oleh karena itu penyelenggara baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan jajarannya harus bekerja professional dan independen. Masyarakat juga harus mengawasi mereka dengan cermat. Sebab jika tidak mereka dapat melakukan pelanggaran dengan berbagai modus operandinya. Moga momen ini menjadikan suksesi ini benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster