Hanya Ditawari Menjadi Satpam, Reni Kecewa

 208 total views,  2 views today

sea-gamesPALEMBANG | KSHanya mendapat tawaran sebagai petugas satuan pengamanan (Satpam) di Bank Sumsel Babel, peraih medali emas SEA Games tahun 2011 cabang olahraga (Cabor), Anggar, Reni Anggraini menyatakan sangat kecewa.

Menurut gadis berusia 19 tahun tersebut, perjuangannya hingga mendapatkan medali emas tersebut tidalah setimpal jika hanya dihargai sebatas penjaga Bank sebagai kompensasi prestasi yang diberikan kepada Sumsel selama ini.

“Setelah menghadap ke bagian kepegawaian Bank Sumsel Babel, ternyata hanya ditawari menjadi petugas keamanan. Saya sangat kecewa sekali, malah sempat mau menangis,” ujar Reni yang dijumpai seusai melapor ke pihak Bank Sumsel Babel, Senin (13/5) kemarin.

Ia mengemukakan, dirinya berserta empat orang rekan sesama atlet melapor ke Bank Sumsel Babel setelah menerima surat rekomendasi berupa penempatan kerja oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Setelah menerima surat hari ini, kami langsung mendatangi kantor pusat Bank Sumsel di Jakabaring karena saking bersemangatnya. Tapi,  malah kecewa berat, hingga kini belum mengambil keputusan karena harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan orangtua,” ujar medali emas PON Riau tahun 2012 ini.

Reni, beserta Novi Susanti (anggar/medali emas PON Riau), Joneskha Anggera Pitera (anggar/medali perunggu PON Riau), Ari Rahmannullah (perunggu PON Riau), Jendy Panggabean (renang/medali emas Pekan Paraolimpic Nasional 2012), mendapatkan penempatan di Bank Sumsel Babel berdasarkan surat rekomendasi Dispora.

Sebanyak 52 atlet mendapatkan rekomendasi bekerja di berbagai instansi pemerintah daerah yakni di 17 Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Bank Sumsel Babel berdasarkan janji Gubernur Sumsel H Alex Noerdin pada acara pemberian bonus PON Riau, November 2012.

Sementara, sejumlah atlet yang ditempatkan di Dinas Pendapatan Daerah mengatakan diminta untuk kembali pada bulan Oktober karena dana untuk pembayaran gaji bulan akan diusahakan pada ABT.

“Setelah melapor hari ini, diminta untuk belum bekerja terlebih dahulu karena tidak ada dana untuk membayar honor bulanan,” kata Lestari, peraih medali perunggu dan perak cabang olahraga anggar PON Riau.

Sementara, sejumlah atlet yang ditempatkan di Dinas Perhubungan Sumsel menyatakan kecewa karena belum menerima informasi bergabungnya atlet pada sebagai tenaga kerja.

“Justru bagian kepegawaian Dinas Perhubungan kebingungan ketika kami melapor, karena tidak mendapatkan informasi dari Dispora,” ujar Rian Apridhani, peraih medali perunggu anggar PON Riau.

Keadaan berbeda justru dialami enam orang atlet yang ditempatkan di Dinas PU Cipta Karya Sumsel yang diminta untuk melapor kembali pada 1 Juni 2013 untuk langsung bekerja.

“Sudah dijelaskan bakal menerima gaji sebulan Rp1,6 juta atau menyamai UMR. Kami pun tidak dituntut untuk bekerja seperti pegawai lainnya, karena diminta fokus berlatih,” Yessy Saga, peraih medali perak cabang senam PON Riau.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel Saidina Ali mengatakan pemerintah provinsi telah berupaya maksimal dalam mengurus masa depan atlet itu.

“Dalam tiga tahun ke depan tidak ada formasi untuk penerimaan PNS, jadi sementara ini atlet ditempatkan di SKPD terlebih dahulu sebagai bentuk perealisasian janji pemerintah provinsi atas prestasi yang diberikan,” terangnya.
TEKS          : SADAM MAULANA

EDITOR    ;RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster