Gandus Masih “Gelap”

 318 total views,  2 views today

gelap

Ilustrasi Lilin

PALEMBANG, KS- Bagi masyarakat di kawasan pedesaan, yang jauh dari perkotaan mungkin sudah biasa hidup dalam kondisi tanpa penerangan. Hanya dengan mengandalkan lampu teplok, mereka bisa bertahan.

Namun apa jadinya, jika itu ternyata itu juga dirasakan oleh warga Palembang. Tidak meratanya “kue” pembangunan di Kota Palembang inilah yang dirasakan sebagian warga di Kecamatan Gandus.

Saat warga Palembang lainnya, di malam hari bisa menikmati cahaya yang terang benderang namun 500 lebih kepala keluarga (KK) di tiga rukun tetangga (RT) di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang yakni RT 24, 25 dan 29, sampai saat ini belum juga menikmati aliran listrik.

“Sejak belasan tahun lalu, sampai saat ini kami belum juga menikmati listrik. Padahal kami ini tinggal di Palembang,” keluh Sabarudin, salah satu warga Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus saat kunjungan kerja anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Sumsel, Dodi Reza Alex, Senin (13/5).

“Setiap malam, warga untuk penerangan mengandalkan genset bagi yang memiliki uang. Sedangkan yang tidak ada uang, hanya mengandalkan lampu minyak,” sambung Sabarudin.

Sampai saat ini sambungnya, belum ada tanda-tanda bakal ada jaringan listrik yang masuk ke perkampungan tempat tinggalnya. Ia juga mengaku bingung, persoalan apa hingga pemkot terkesan mengasingkan mereka. Pemkot sambungnya, juga tidak pernah memberikan penjelasan terkait persoalan itu.

“Sampai sekarang tidak pernah ada perwakilan pemerintah, yang memberikan penjelasan apa yang menjadi kesulitan untuk membangun fasilitas listrik di daerah kami. Hingga sekarang,  kami hanya bersabar saja menunggu pemerintah,” kata Sabarudin.

Sabarudin menjelaskan, jika kesulitan atau alasan pemerintah tidak membangun fasilitas listrik di daerahnya dikarenakan jumlah warga yang sedikit, tidaklah masuk akal.

“Jumlah KK di RT 24 dan 25 saja sudah mencapai 500 KK, jadi seharusnya ada fasilitas listrik. Kalau alasan pemerintah, karena daerah kami terpisah oleh sungai Musi, sekarang ini sudah modern sehingga banyak teknologi yang bisa digunakan,” jelas Sabarudin seraya menambahkan jika wilayah RT 24 dan 25, Kelurahan Pulokerto itu terpisah dari wilayah Gandus, dimana Sungai Musi sebagai pemisahnya.

Sedangkan RT 29 kelurahan Pulokerto, Gandus lanjut Sabarudin, adalah wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin. Disitu sudah ada tiang listrik, tapi untuk tegangan tinggi.”Tiang yang terpasang di RT 29 itu untuk tegangan tinggi, sedangkan tegangan rendah belum ada,” ujarnya.

Sabarudin berharap ada perhatian dari Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra sehingga ia dan warga lainnya bisa menikmati listrik seperti masyarakat Palembang lainnya.

“Saya dengan warga lain meminta kepedulian dan perhatian pemerintah, jangan sampai kami warga yang berada dipinggiran ini tidak diperdulikan dan tidak menikmati pembangunan,” imbuhnya.

Teks        : Dicky Wahyudi

Editor    : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster