SUMSEL BERLAKUKAN MORATORIUM PERKEBUNAN

sawit

Kebun Sawit | Foto : Dok KS

PALEMBANG | KS Untuk mengantisipasi reaksi negatif masyarakat terhadap keberadaan perusahaan asing, Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini tengah  mengambil langkah moratorium atau penutupan sementara bagi investor untuk menanamkan  investasi  ke sektor perkebunan. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Promosi, Perizinan, dan Penanaman Modal (BP3MD) Sumsel, Ir Permana.

Menurutnya, langkah penutupan sementara investasi sektor perkebunan atau moratorium tersebut sebagai bentuk antisipasi yang di lakukan Pemerintah untuk menghindari konflik perkebunan dengan masyarakat yang akhir-akhir ini kian marak.

Selain membatasi investor asing dalam menanamkan modalnya di sektor perkebunan, moratorium ini juga bertujuan untuk menghindari reaksi konflik yang terus terjadi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap investasi secara keseluruhan di Sumsel.

“ Jika mengacu pada tahun 2012, khusus investasi penanaman modal asing (PMA) di sektor perkebunan jumlah investor sudah cukup banyak, ditambah lagi dengan sektor primer yang sudah ada sebanyak 14 investor. Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 9 investor, “ kata Permana.

Dia menambahkan, meskipun sektor perkebunan yang di dalamnya termasuk dalam investasi sektor primer seperti sektor kehutanan, perikanan, dan peternakan. Namun pihaknya akan tetap membuka peluang bagi investor yang membidik sektor lain.

Sementara itu, Sutarman, pemerhati ekonomi di Palembang yang dibincangi Harian Umum Kabar Sumatera, Minggu (12/5) mengatakan, langkah moratorium merupakan sebuah kebijakan melalui keputusan bersama yang memiliki dua sisi.

Keterkaitan moratorium perkebunan menurut Sutarman pasti akan memberi dampak negatif maupun positif bagi kelangsungan sektor perkebunan di Sumsel di masa mendatang.“ Sisi positifnya, dengan di berlakukanya moratorium perkebunan ini di harapkan dapat membuka peluang investor dalam Negeri untuk ikut serta menanamkan investasinya.

Selain itu juga di harapkan dapat menecegah reaksi negatif masyarakat yang merasa jenuh dengan penguasaan asing terhadap kekayaan alam mereka. Nah, dari sisi negatifnya dapat di pastikan akan mempengaruhi daya serap investasi sehingga menyebabkan lambanya sektor perkebunan di Sumsel, “ tegasnya.

TEKS            : JEMMY SAPUTERA
EDITOR     : ROMI MARADONA

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com