Oknum Camat Dilaporkan ke Gakkumdu

 412 total views,  2 views today

okinum-camat

“Diduga Lakukan Pelanggaran Pemilukada”

PALEMBANG, KS-  Menjelang pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali disorot. Pasalnya, politisasi abdi negara tersebut sangat besar terjadi mengingat kebanyakan pasangan calon adalah kepala daerah.

Indikasi ini, kemarin semakin dikuatkan dengan adanya dugaan salah satu camat di wilayah Kota Palembang, yang diduga telah melakukan pelanggaran. Oknum camat tersebut, dilaporkan oleh Relawan Nusantara ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Kami telah melaporkan salah satu camat di Palembang, ke Gakkumdu karena ia tidak netral, dengan menjadi salah satu tim pemenangan pasangan calon. Padahal sebagai PNS, itu tidak boleh dilakukan,” kata Sekretaris Relawan Nusantara Sumsel, Kiki Rizki Yoctavian ketika  dibincangi, kemarin.

Kiki menyebut, pelanggaran yang dilakukan oknum camat tersebut adalah dengan mengajak ketua rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW) untuk memilih salah satu pasangan calon. Ajakan itu sebutnya disampaikan dalam satu kegiatan di balai kelurahan di Palembang. “Kami memiliki bukti rekamannya, bukti itu telah kami sampaikan ke Gakkumdu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel,”ungkapnya.

Ia menyangkan tidak netralnya pejabat pemerintahan itu dalam pemilukada. Harusnya tegas dia, camat sebagai aparatur negara tidak berpihak dengan salah satu pasangan calon.

Kondisi inilah tegasnya, akan mengakibatkan cacatnya sebuah proses demokrasi, di negeri ini. Sebab imbuh Kiki, permsalahannya jelas, jika unsur birokrasi bergerak atau digerakan, dalam suatu proses suksesi pemilukada maka akan berimbas pada lapisan masyarakat bawah yang dipastikan, telah memiliki pilihannya masing-masing. Akhirnya dikhawatirkan, justru menimbulkan gesekan.

“Tindakan-tindakan serupa inilah yang disebut dengan kecurangan yang dilakukan secara terstruktur. Apalagi Undang Undang (UU), juga melarang PNS untuk terlibat dalam kegiatan kampanye ataupun melakukan tindakan pemenangan salah satu pasangan kandidat,” ujarnya.

Karenanya sambungnya, Relawan Nusantara Sumsel Bawaslu bersikap tegas dan pro aktif dalam melakukan tugasnya, mengawasi jalannya seluruh jadwal serta tahapan pada pemilukada Sumsel.

“Bawaslu mesti bertindak tegas terhadap hal ini, khususnya dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan oknum PNS. Kami juga menghimbau kepada seluruh pasangan kandidat untuk menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya ajakan memilih, hingga masa kampanye dimulai nanti,” himbaunya.

Dihubungi terpisah, anggota Bawaslu Sumsel Divisi Pengawasan, Kurniawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari tim Relawan Nusantara Sumsel tersebut.

“Laporannya sudah kami terima, kami akan mengkaji dahulu kemudian diputuskan dalam rapat pleno Bawaslu apakah yang dilaporkan tersebut memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak,” tukasnya.

Teks          : dicky wahyudi

Editor      : imron supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster