Rumah Murah Dijanjikan Berlanjut

 204 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Setelah membangun rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti penarik becak dan buruh di Kelurahan 3-4 Ulu, Palembang,  Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, memastikan pembangunan rumah murah tersebut akan terus dilanjutkan.

Kedepannya kata Eddy, rumah murah yang akan dibangun tersebut diperuntukkan bagi komunitas pedagang kecil, seperti pedagang bakso dan jamu keliling.

Lokasinya sebut Eddy, masih dicari. Namun calon gubernur (Cagub) Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut 1 ini memastikan, masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkan rumah murah tersebut.

“Nantinya untuk kepemilikannya, masyarakat bisa membayarnya dengan cara mencicil Rp15 ribu perhari. Saya kira itu, tidak akan memberatkan bagi pedagang bakso, atau penjual jamu keliling untuk membayarnya,” kata Edd saat
menghadiri peringatan ulang tahun Paguyuban Sedyo Rukun ke-12 di
Gedung Wanita, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, kemarin.

Untuk mewujudkannya sebut Eddy, pemerintah kota (pemkot) akan menjadi penjamin sehingga masyarakat tidak perlu berurusan dengan lembaga keuangan seperti bank untuk mendapatkan kredit perumahan tersebut.

“Pemkot akan bekerjasama dengan pengusaha perumahan, untuk membangun rumah murah layak huni ini. Tetapi jika  ada lembaga keuangan yang mendukung, tentu  lebih baik,” imbuhnya.

Dengan sistem ini sambung Eddy, dipastikan masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkan rumah layak huni tersebut. Pembayarannya pun, ada beberapa alternatif sesuai dengan kemampuan warga sendiri yakni bisa perhari atau bulanan.

Konsep kepemilikan rumah murah layak huni ini tegas Eddy, tidak hanya untuk pedagang bakso atau pedagang jamu keliling saja tetapi juga masyarakat berpenghasilan rendah lainnya. “Silakkan ajukan jika ada masyarakat berpenghasilan rendah, yang ingin dibantuk membangun rumah murah tersebut. Yang penting ada kelompoknya seperti paguyuban, untuk memudahkan pengaturannya,” beber Eddy.

Untuk sementara sambungnya, konsep tersebut baru bisa diterapkan di Palembang saja. Namun tidak menutup kemungkinan, konsep itu bakal diterapkannya ke seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

“Jika saya dipercaya menjadi Gubernur Sumsel 2013-2018, jelas
program ini akan diterapkan ke semua kabupaten dan kota di Sumsel,” tukasnya.

Teks      : Alam Trie Putera

Editor  : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster