Gelar Kongres Pertama Wong Sumsel

 110 total views,  3 views today

kongres-wong-sumsel

bertempat di Kantor MUI Sumsel, jalan Kapten Anwar Sastro – Palembang, beberapa media yang berada di Palembang, diundang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan untuk jumpa pers | Foto: A Maulana KS

Palembang, KS- Pukul 14.00 WIB (10/5), bertempat di Kantor MUI Sumsel, jalan Kapten Anwar Sastro – Palembang, beberapa media yang berada di Palembang, diundang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan untuk jumpa pers dalam rangka pelaksanaan acara Kongres Wong Sumsel yang akan dilaksanakan di Asrama Haji Palembang tanggal 14 Mei 2013 mendatang. Adapun yang hadir dalam jumpa pers di MUI adalah media elektronik dan media cetak termasuk Harian Umum Kabar Sumatera.

Dalam Kongres Wong Sumsel tersebut rencananya mengambil tema “Reaktualisasi dan Revitalisasi Budaya Palembang Darussalam”.

Menurut Panitia Rakerda dan Kongres Wong Sumsel Ahmad Dasuki, SH., MH, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh MUI untuk mengembalikan budaya Palembang Sumatera Selatan yang mulai ditinggalkan oleh penduduknya Palembang itu sendiri.

“Dengan adanya acara ini dapat memberikan motivasi bagi masyarakat Palembang Sumsel untuk kembali membudayakan budaya yang mulai dihilangkan. Kemudian kita mengharapkan nilai-nilai yang dikembangkan oleh Palembang Sumatera Selatan, yaitu nilai-nilai islami” katanya.

Menurut Prof Dr. H. Duski Ibrahim lanjut bahwa tujuan utama disamping adanya kongres ini adalah untuk menggali nilai-nilai budaya, religious yang sesungguhnya di daerah wong Sumsel. Adapun tujuan utama dari kongres ini adalah terwujudnya Palembang Darussalam.

“Kita ketahui bahwa banyak nilai-nilai agama dan budaya Sumsel yang hilang oleh kehidupan yang hedonis dan global ini. Anak-anak remaja yang seharusnya bisa memahami akan agama dan budaya sumsel malah membudayakan ala Barat. Contoh, kita bisa melihat bagaimana anak muda yang bukan muhrim berpegangan tangan, bahkan sampai berpelukan dan lebih sedih lagi bila mereka melakukan sesuatu yang dilarang agama” tambahnya.

Duski menambahkan, kongres yang diadakan di asrama Haji besok merupakan kongres yang pertama, karena akan ada lagi kongres-kongres berikutnya yang akan memfolow up kongres pertama nantinya. Di samping itu akan ada titik temu untuk menyikapi fenomena menurunnya dekadesi moral kalangan remaja Palembang Sumatera Selatan dan terwujudnya Palembang Darussalam nantinya.

Adapun peserta yang diundang berjumlah 999 peserta yang terdiri dari pemerintah (kota dan pemprov) terdiri dari tokoh masyarakat, Dewan Masjid Indonesia, Pengurus Masjid, dan Jama’ah al-Hidayah.

Dalam keterangan persnya, MUI Sumsel menyampaikan hal seperti, pertama; Majelis Ulama Indonesia bersifat keagamaan, kemasyarakatan dan independent. Kedua, Majelis Ulama Indonesia sebagai elemen bangsa Indonesia ikut bertanggungjawab atas maju mundurnya kehidupan bangsa, dalam hal ini penyadaran umat dalam semua segi kehidupan. Ketiga, Terciptanya kondisi kehidupan masyarakat, kebangsaan dan kenegaraan yang baik, memperoleh ridho dan ampunan Allah SWT menuju masyarakat yang berukhuwah dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia sebagai manifestasi dan rahmat bagi seluruh alam. Keempat, kongres wong Sumsel merupakan progam MUI prov. Sumsel, khususnaya dalam upaya penggalian Budaya Palembang Darussalam, yang saat ini cenderung mulai memudar. Kelima, pemrakarsa kongres Wong Sumsel adalah Majelis Ulama Indonesia Prov. Sumsel dengan tema “Reaktualisasi dan Revitalisasi Budaya Palembang Darussalam”. Keenam, Kongres Wong Sumsel dibuka oleh DR.Ir,H,M, Nadratuzzaman Hosen,M.Sc (Dari Dewan pimpinan MUI Pusat), dan Ketujuh, Untuk suksesnya pelaksanaan kongres tersebut diharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk media cetak dan elektronik.

Teks       : Ahmad Maulana

Editor    : Mustaqiem Eska





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster